Wednesday, June 5, 2013

Pengertian Definisi Penelitian Historis (Historical Research) | Tujuan dan Ciri-Ciri

Artikel  ini tentang Penelitian Historis
A. Tujuan Penelitian Historis (Historical Research)

Tujuan penelitian historis adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, denganc ara mengumpulkan, mengevaluasi, menverikasi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.

B.  Definisi Pengertian Penelitian Historis (Historical Research)

Penelitian historis (historical research) adalah penelitian yang dimaksudkan untuk merekonstruksi kondisi masa lampau secara objektif, sistematik, dan akurat. Melalui penelitian ini, bukti-bukti dikumpulkan, dievaluasi, dianalisis, dan disintesiskan. Selanjutnya, dirumuskan kesimpulan berdasarkan bukti-bukti itu. Adakalanya penelitian historis digunakan untuk menguji hipotesis tertentu. Misalnya, hipotesis mengenai dugaan adanya kesamaan antara sejarah perkembangan keperawatan dari satu negara yang mengalami hegemoni penjajah yang sama.


C. Ciri-Ciri Penelitian Historis (Historical Research)

Setiap penelitian memiliki ciri-ciri dasarnya tersendiri, begitupun dengan  Penelitian Historis (Historical Research). Berikut ini adalah ciri-ciri  Penelitian Historis (Historical Research) yang diuraikan oleh Suryabrata (2008) dalam bukunya yang berjudul "Metodologi Penelitian".

  1. Penelitian historis lebih tergantung kepada data yang diobservasi orang lain darpada yang diobservasi oleh sang peneliti sendiri.
  2. Penelitian Historis (Historical Research) haruslah tertib-ketat, sistematis dan tuntas, bukan sebuah koleksi informasi-informasi yang tak layak, tak reliabel dan berat sebelah.
  3. Penelitian Historis (Historical Research) tergantung pada dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sumber primer, yaitu si peneliti secara langsung melakukan observasi atau penyaksian kejadian-kejadian yang dituliskan. Data sekunder diperoleh dari sumber sekunder, yaitu peneliti melaporkan hasil observasi orang lain yang satu kali atau lebih lepas dari kejadian aslinya. Dari kedua data tersebut, data primerlah yang dipandang memiliki otoritas sebagai bukti tangan pertama dan diberikan prioritas dalam pengumpulan datanya.
  4. Dalam menentukan bobot data biasa dilakukan dua macam kritik, yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal menanyakan "Apakah dokumen relik atau otentik" sedangkan kritik internal menanyakan "apabila data itu otentik, apakah data tersebut akurat dan relevan?".
  5. Cara pendekatan Penelitian Historis (Historical Research) adalah lebih tuntas, mencari sumber informasi dari sumber yang lebih luas.
Itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang Penelitian Historis (Historical Research), semoga bermanfaat.
Reference:
Suryabrata, Sumadi. 2008. Metode Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 
Thx sudah berkunjung, by Peacock

0 comments:

Post a Comment