Monday, May 13, 2013

Definisi Pengertian minat Menurut Para Ahli, Faktor, Proses, Fungsi, dan Jenis-Jenis Minat

Definisi Pengertian minat Menurut Para Ahli, Faktor, Proses, Fungsi, dan Jenis-Jenis Minat - (berkaitan dengan ilmu psikologi) Beberapa waktu yang lalu, sebuah tugas teman mengenai Definisi atau Pengertian Minat. Waduh puyeng juga neh nyari-nyari di internet sih banyak, sayang gak ada rujukan alias Referensi alias daftar pustakanya. Untuk itu harus berjuang sendiri neh buat nyari-nyari yang lebih afdol gitu. Nah akhirnya dapat juga.

Kita langsung saja membahas tenang apa itu minat, apa saja karakteristik dari minat itu sendiri, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi tumbuhnya minat serta fungsi dan macam minat. Untuk itu kita langsung saja ke TKP.

Contoh Minat Suka Menonton Animasi Naruto

Definisi Pengertian minat Menurut Para Ahli

Witherington (1999), minat adalah kesadaran seseorang dalam sesuatu obyek seseorang, suatu soal atau situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya. Pengetahuan atau informasi tentang seseorang atau suatu obyek pasti harus ada terlebih  dahulu dapat minat obyek tadi. 

Slameto (1995), Minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas atau kegiatan. Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas dan memperhatikan itu secara konsisten dengan rasa senang. Pengertian Minat Belajar Siswa Menurut Para Ahli.

Menurut Heri (1998) Minat adalah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu yang merupakan kekuatan di dalam dan tampak di luar sebagai gerak – gerik. Dalam menjalankan fungsinya minat berhubungan erat dengan pikiran dan perasaan. Manusia  memberi corak dan menentukan sesudah memilih dan mengambil keputusan. Perubahan minat memilih dan mengambil keputusan disebut keputusan kata hati. 

Crow and Crow, minat adalah pendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang, sesuatu, aktivitas-aktivitas tertentu. ( Johny Killis: 1988)

Hardjana dalam Lockmono (1994), minat  merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu.

H.C. Witherington yang dikutip Suharsini Arikunto
(1983)., “Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, suatu masalah atau situasi yang mengandung kaitan dengan dirinya.” Batasan ini lebih memperjelas pengertian minat tersebut dalam kaitannya dengan perhatian seseorang. Perhatian adalah pemilihan suatu perangsang dari sekian banyak perangsang yang dapat menimpa mekanisme penerimaan seseorang. Orang, masalah atau situasi tertentu adalah perangsang yang datang pada mekanisme penerima seseorang , karena pada suatu waktu tertentu hanya satu perangsang yang dapat disadari. Maka dari sekian banyak perangsang tersebut harus dipilih salah satu. Perangsang ini dipilih karena disadari bahwa ia mempunyai sangkut paut dengan seseorang itu. Kesadaran yang menyebabkan timbulnya perhatian itulah yang disebut minat.


Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Timbulnya Minat

Lalu, faktor-faktor apa sajakah yang dapat memengaruhi minat seseorang?. Menurut Crow and Crow, ada tiga faktor yang menimbulkan minat yaitu “Faktor yang timbul dari dalam diri individu, faktor motif sosial dan faktor emosional yang ketiganya mendorong timbulnya minat”, (Johny Killis, 1988 : 26 ).

Pendapat tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Sudarsono, faktor-faktor yang menimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut :
  • Faktor kebutuhan dari dalam. Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan.
  • Faktor motif sosial, Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, perhargaan dari lingkungan dimana ia berada.
  • Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuat kegiatan atau objek tertentu ( 1980 : 12)
  
Proses Timbulnya Minat

Menurut Charles yang dikutip oleh Slamet Widodo dideskripsikan sebagai berikut : Pada awalnya sebelum terlibat di dalam suatu aktivitas, siswa mempunyai perhatian terhadap adanya perhatian, menimbulkan keinginan untuk terlibat di dalam aktivitas ( Slamet Widodo, 1989 : 72 ). Minat kemudian mulai memberikan daya tarik yang ada atau ada pengalaman yang menyenangkan denga hal-hal tersebut.

Fungsi Minat

Crow and Crow ( 1973 : 153 ) menyatakan ”....the word interested may be used to the motivatoring force which courses and individual to give attenrion force person a thing or activity.” 

Pendapat disini dmaksudkan bahwa perhatian kepada seseorang, sesuatu maupun aktivitas tertentu, sementara ia kurang atau bahkan tidak menaruh perhatian terhadap seseorang, sesuatu atau aktivitas tertentu sementara ia kurang atau bahkan tidak menaruh perhatian terhadap seseorang, sesuatu atau aktivitas yang lain. Dari uraian tersebut dengan adanya minat memungkinkan adanya keterlibatan yang lebih besar dari objek yang bersangkutan. Karena minat berfungsi sebagai pendorong yang kuat.


Macam – macam atau jenis-jenis  minat

Minat dibagi 2 yaitu :

1. Minat primitif atau biologis
 
Minat yang timbul dari kebutuhan – kebutuhan jasmani berkisar pada soal makanan, comfort, dan aktifitas. Ketiga hal ini meliputi kesadaran tentang  kebutuhan yang terasa akan sesuatu yang dengan langsung  dapat memuaskan dorongan untuk mempertahankan organisme.

2. Minat kultural atau sosial
 
Minat   yang  berasal   dari perbuatan belajar yang  lebih  tinggi  tarafnya. Orang yang benar – benar terdidik ditandai dengan adanya minat yang benar – benar luas terhadap hal – hal yang bernilai (Witherington, H. C, 1999) | By Peachock

Referensi / Pranala Luar:
 
  1. Heri, P. (1998). Pengantar Perilaku Manusia. Jakarta : EGC.
  2. Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Cet. II; Jakarta: Rineka Cipta. 1995.  
  3. Loekmono. Belajar Bagaimana Belajar. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.
  4. Witherington, H. C. (1999). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Aksara Baru.

3 comments: