Tuesday, May 28, 2013

HUBUNGAN ANTAR SATUAN PANJANG, BERAT, LUAS, ISI DAN LAIN-LAIN

HUBUNGAN ANTAR SATUAN PANJANG, BERAT, LUAS, ISI DAN LAIN-LAIN | Dalam pelajaran matematika, sejak SD kita sudah mengenal beberapa satuan panjang yang biasa kita temukan sehari-hari. Diantaranya adalah satuan panjang, berat, luas, isi atau volume. Berikut adalah hubungan antar satuan yang sempat kami tuliskan untuk anda, semoga bermanfaat.

1. SATUAN PANJANG 

1 km = 10 hm
1 hm = 10 dam
1 km = 1.000 m
1 m = 1000 cm
1 inci = 2,54 cm
1 foot = 12 inci = 0,3048 m
1 yard = 3 feet = 0,9144 m
1 mile = 1.760 yards
1 mile = 1,6093 km

2. SATUAN BERAT

1 ton = 1000 kg
1 ton = 10 kwintal
1 kwintal = 100 kg
1 kg = 2 pon
1 pon = 5 ons
1 hg = 1 ons
1 kg = 10 ons
1 ons = 100 gram
nb: Pon biasanya digunakan di negara-negara barat seperti Amerika dan Inggris.

3. SATUAN LUAS (are, meter persegi)

1 hektar = 10.000 m²
1 are = 1 dam² = 100 m²
1 ha = 1 hektar = 1 hm²

4. SATUAN ISI atau VOLUME (liter, meter kubik)

1 m³ = 1000 liter
1 dm³ = 1 liter
1 liter = 1000 cm³
1 cm³ = 1 cc
1 barrel = 158,99 liter
1 gallon = 4,5461 liter

5. SATUAN LAIN-LAIN

1 gross = 144 buah
1 gross = 12 lusin
1 lusin = 12 buah
1 kodi = 20 helai
1 rim = 500 lembar 

Summarized by Peachock

Sunday, May 26, 2013

Reading Activities: Skimming, Scanning and Reading for Thorough Comprehension Activities

Reading Activities: Skimming, Scanning and Reading for Thorough Comprehension Activities - Since reading is very important in learning foreign or second language, a great effort has been given to develop reading skill such as exploit reading activities to improve reading skill.

Jerry G. Gebhart (2000, 199) in his book describes about three kinds of reading activities especially in teaching English for foreign or second language. They are skimming, scanning and for Thorough Comprehension Activities.

1. Skimming Activity

Skimming activity is a quick reading to find the general idea of a text. Readers skim to gain general impression of a book, story, essay or article and to determine whether or not to read more carefully.

2. Scanning Activity

While skimming is quick reading to find the general idea, scanning is a quick reading to locate specific information. For example we use scanning activity in finding contact in telephone books, a certain word in dictionary, calendar, menus, indexes and et cetera which basically for any source in which we need to locate specific information.

3. Reading for Thorough Comprehension Activity

Unlike skimming and scanning, activities that aim at having students read for thorough comprehension require students to read meticulously. The goal is for the students to understand the total meaning of reading selection. Thanks for dropping here

Thursday, May 23, 2013

Pengertian Definisi Media Nyata Realia, Bentuk, Karakteristik dan Pemilihan Media Realia

Pengertian Definisi Media Nyata Realia, Bentuk, Karakteristik dan Pemilihan Media Realia | A.     Pengertian Media Nyata (Realia)

Sering kali ketika kita mau membahas cara belajar di bangku sekolah dasar, kita dihadapkan pada pernyataan bahwa anak-anak usia SD harusnya dididik menggunakan benda-benda realia, bukan abstrak. Nah, benda Realia itu sendiri apa? Benda nyata atau Realia (real thing) merupakan alat bantu yang paling mudah penggunaannya, karena kita tidak perlu membuat persiapan selain langsung menggunakannya. Yang dimaksud dengan benda nyata sebagai media adalah alat penyampaian informasi yang berupa benda atau obyek yang sebenarnya atau asli dan tidak mengalami perubahan yang berarti.

Sebagai obyek nyata, realia merupakan alat bantu yang bisa memberikan pengalaman langsung kepada pengguna. Oleh karena itu, realia banyak digunakan dalam proses belajar mengajar sebagai alat bantu memperkenalkan subjek baru. Realia mampu memberikan arti nyata kepada hal-hal yang sebelumnya hanya digambarkan secara abstrak yaitu dengan kata-kata atau hanya visual

B.     Bentuk Realia

Bentuk realia sama dengan benda sebenarnya yang tidak mengalami perubahan sama sekali dan dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran. Akan tetapi, kesulitan kadang timbul dalam menghadirkan realia secara utuh yang disebabkan oleh ukuran yang terlalu besar atau sulit ditemukan di lingkuangan sekitar. Oleh karena itu, beberapa modifikasi seringkali harus dilakukan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memodifikasi benda nyata untuk keperluan pembelajaran:
  • Dengan cara memotong bagian tertentu dari realia jika berukuran terlalu besar. Dalam memotong realia perhatikan agar bagian yang dipotong tidak merusak benda tersebut sebagai media yang dapat dipelajari oleh siswa.
  • Dengan cara mengawetkan realia hidup jika benda tersebut berbahaya atau lekas rusak jika digunakan dalam kelas, misalnya penggunaan satwa atau tumbuhan sebagai media pembelajaran. Satwa yang berbahaya perlu ditempatkan di tempat tertentu atau diawetkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai sarana observasi oleh siswa.
  • Dengan menampilkan beberapa jenis  realia secara bersama-sama, ditambah dengan informasi tercetak yang kesemuanya yang dapat menggambarkan suatu topik tertentu. Cara ini disebut juga dengan istilah eksibisi atau pameran realia.

C. Karakteristik Realia

Dalam dunia pendidikan, realia sering dianggap sebagai media informasi yang paling mudah diaskes dan menarik. Sebagai media informasi, realia mampu menjelaskan hal-hal yang abstrak dengan hanya sedikit atau tanpa keterangan verbal. Dengan berinteraksi langsung dengan realia, diharapkan hal-hal yang kurang jelas, apabila diterangkan secara verbal akan menjadi jelas. Realia memiliki kemampuan untuk merangsang imajinasi pengguna dengan membawa kehidupan di dunia nyata ke dalam perpustakaan ataupun ke dalam kelas.

Realia akan sangat membantu apabila digunakan dalam suatu proses memperoleh informasi dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman sendiri atau sering disebut sebagai tujuan kognitif. Dalam proses ini, realia dilibatkan sebagai suatu obyek nyata yang belum dikenal dan para pengguna akan belajar untuk mengenalnya. Realia dapat memberikan pengguna pengalaman langsung dan nyata; pengalaman keindahan yang tidak bisa didapat melalui media lain.

Untuk memungkinkan suatu realia ditampilkan dalam suatu ruangan kadang sangat sulit karena ukuran yang terlalu besar (contoh: lokomotif, pesawat, mobil), atau terlalu kecil (contoh: kuman) atau memang tidak memungkinkan untuk ditampilkan (contoh: bulan). Kadangkala menghadirkan realia dapat berbahaya misalnya menampilkan ular. Cara mengatasinya dapat menggunakan ular mati yang telah diawetkan agar pengguna bisa mengamati dengan aman. Dengan jalan ini, pengguna masih merasakan pengalaman langsung.

Sebagai media pembelajaran, realia memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai topik mata pelajaran. Realia mampu meemberikan pengalaman belajar langsung (Hands on Experience) bagi siswa. Dengan menggunakan benda nyata sebagai media, siswa dapat menggunakan berbagai indera untuk mempelajari suatu objek. Siswa dapat melihat, meraba, mencium, bahkan merasakan objek yang tengah dipelajari. Dalam menggunakan realia, pengguna dituntut kemampuannya menginterpretasikan hubungan-hubungan tentang benda yang sesungguhnya.

Selain memiliki potensi sebagai media pembelajaran, realia juga memiliki keterbatasan. Salah satu keterbatasan realia adalah adanya kemungkinan siswa mempunyai interpretasi yang berbeda terhadap objek yang sedang dipelajari. Kemungkinan lain adalah informasi yang ingin disampaikan akan berbeda sehingga tidak sesuai dengan yang diharapkan.

D. Pemilihan Realia Untuk Pembelajaran

Sebelum memilih realia yang akan digunakan, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan realia tersebut akan dipegang oleh siswa. Banyak realia yang sangat rapuh. Oleh karena itu, simpanlah realia yang rapuh dalam kotak pajangan. Idealnya, pengguna harus dapat menyentuh realia untuk mendapatkan pengalaman yang tidak mungkin didapat dari media lain. Kalau memungkinkan, realia tersebut disimpan dalam plastik yang tembus pandang sehingga realia dapat diambil tanpa takut rusak.

Apabila realia dianggap mahal, atau ruangan yang ada tidak memadai, perpustakaan dapat memutuskan untuk tidak memiliki realia dalam koleksinya. Pertanyaan atau permintaan tentang suatu realia dapat dilayani dengan cara mengarahkan pengguna ke tempat lain yang memiliki realia tersebut, misalnya ke kebun binatang untuk melihat binatang-binatang yang tidak mungkin ditampilkan di depan kelas, ke planetarium untuk mengetahui benda-benda ruang angkasa.

Hal lain yang penting diperhatikan dalam menggunakan realia sebagai media pembelajaran adalah :
  1. Berikan kesempatan yang besar agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan  benda yang saling dipelajari.
  2. Guru hanya berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mempelajari objek sebagai sumber informasi dan pengetahuan.
  3. Berikan siswa kesempatan untuk mencari informasi sebanyak mungkin yang berkaitan dengan objek yang sedang dipelajari.
  4. Hindari hal-hal yang tidak diinginkan atau risiko yang akan dihadapi siswa pada saat mempelajari realia.

Pengertian Definisi Media Gambar Diam, Karakteristik, Pembuatan dan Pemanfaatan Media Gambar Diam dalam PBM


Sebelum itu, silahkan baca artikel kami tentang Benda Realia atau Media Nyata | Kalau sudah, silahkan lanjut ke media atau gambar dia berikut:


A. Pengertian Gambar Diam

Media yang tergolong sebagai gambar diam adalah foto, bahan-bahan grafis baik yang dicetak ataupun dilukis. Gambar diam dapat berisi informasi atau pengetahuan  tentang objek, peristiwa, atau prosedur. Informasi yang dikemas dalam gambar diam dapat berbentuk diagram, chart, atau grafik. Gambar diam berupa diagram pada umumnya digunakan untuk menjelaskan  konsep-konsep yang menggambarkan komponen-komponen dalam sistem. Chart biasanya digunakan untuk menjelaskan proses atau prosedur dalam bentuk aliran, misalnya flowchart. Sedangkan grafik lazim digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep yang mengupas perbandingan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Gambar diam berbentuk foto dapat digunakan untuk menjelaskan objek dan peristiwa secara realistik.
   
B. Karakteristik Gambar Diam

Gambar diam mempunyai bentuk fisik sebagai bahan dua dimensi dengan ukuran tertentu. Dalam aktivitas pembelajaran, media ini biasanya digunakan untuk mempresentasikan konsep-konsep yang diajarkan kepada siswa. Untuk menjelaskan konsep evolusi dapat digunakan gambar berseri yang berisi perkembangan fisik manusia dari waktu ke waktu yang berjalan sangat lambat.

Gambar diam adalah jenis media yang paling efektif untuk menjelaskan konsep atau pengetahuan yang bersifat abstrak yang sulit dipahami melalui penjelasan verbal. Disamping itu, gambar diam juga sering digunakan untuk memperkuat pembelajaran yang disampaikan secara verbal. Konsep-konsep yang diajarkan dengan menggunakan gambar atau visual biasanya lebih mudah diingat oleh siswa daripada konsep-konsep yang diajarkan secara verbal.

C. Pembuatan/Penyiapan Media Gambar Diam

Untuk membuat media gambar diam diperlukan bidang gambar (kertas karton) dan peralatan gambar seperti pensil, penggaris, dan pewarna. Ada beberapa langkah dalam membuat gambar diam:

  1. menyiapkan peralatan menggambar
  2. membuat desain pesan atu informasi yang akan dimuat dalam media gambar diam. Pesan dan informasi dapat berupa teks, gambar, atau gabungan dari keduanya.
  3. mengubah desain menjadi bahan komprehensif melalui gambar bentuk, teks, dan warna.
  4. mengevaluasi tampilan dan isi pesan atau informasi yang terdapat dalam media gambar diam.
  5. merevisi masukan-masukan hasilk evaluasi tentang tampilan dan isi pesan atau informasi yang terdapat dalam media gambar diam.

D. Pemanfaatan Gambar Diam Dalam PBM (Proses Belajar Mengajar)

Media gambar diam dapat digunakan secara efektif untuk mengajarkan siswa mengenal bentuk objek atau memahami gambaran tentang terjadinya suatu peristiwa, misalnya dalam mata pelajaran biologi dan sejarah. Dalam mata pelajaran biologi, media gam bar diam dapat digunakan untuk mengajarkan anak mengetahui struktur dan komponen suatu objek. Sedangkan dalam mata pelajaran sejarah, media gambar diam digunakan untuk memperlihatkan gambar tokoh atau peristiwa sejarah.

Media gambar diam dapat digunakan untuk menyajikan informasi dan pengetahuan secara serial atau berkesinambungan. Media gambar diam memiliki keuntungan dapat menggambarkan objek dan peristiwa dalam bentuk visual sehingga dapat menghindarkan salah interpretasi dalam memahami pengetahuan yang diajarkan.

Sumber:
http://massofa.wordpress.com

Jangan lupa untuk membaca artikel kami, silahkan baca artikel kami tentang Benda Realia atau Media Nyata

Wednesday, May 22, 2013

Soal PKn Semester 2 Kelas 4 IV Pilihan Ganda dan Essay + Kunci Jawaban

A. BERILAH TANDA SILANG PADA OPSI JAWABAN A, B, C ATAU D YANG DIANGGAP PALING BENAR!

1. Contoh makanan yang ada karena globalisasi adalah . . . .
           
a. Pizza, Spagheti, Hot dog              
b. Hamburger,Sushi, Capjae
c. Steak, Donat, Bolu
d. Puyughai, Donat, Bakso

2. Perilaku yang mencerminkan cinta budaya Indonesia adalah  . . . .
           
a. Menonton film kunfu           
b. Mengoleksi lagu jepang
c. Membeli majalah anak – anak
d. Menonton tari Bali di televisi

3. Kebudayaan nasional bersumber dari . . . .
           
a. Para penemu budaya              
b. Nenek moyang kita
c. Budaya Asing
d. Budaya daerah

4. Barang kesenian yang di ekspor keluar negeri adalah . . . .
           
a. Anklung
b. Gambang kromong
c. Calung
d. Reog

5. Musik gamelang di Indonesia barasal dari daerah berikut ini, kecuali . . . .
           
a. Bali
b. Jawa
c. Riau
d. Sunda

6. Senjata tradisional juga menambahkan hiasan budaya Indonesia,Mandau adalah Senjata tradisional dari daerah . . . .
             
a. Kalimantan barat
b. Sulawesi utara
c. Bali
d. Papua

7. Hasil budaya Indonesia yang sudah dikenal di negara lain, misalnya . . . .
           
a. Batik
b. Mobil
c. Elektronik
d. Obat – obatan

8. Alat musik kolintang berasal dari daerah . . . .
           
a. Minangkabau
b. Bali   
c. Mina hasa
d. Kupang

9. Makanan khas dari daerah Yogyakarta adalah . . . .
            
a. Pendet, Kecak
b. Gudeg, Bakpia
c. Pizza, Hot dog
d. Steak, Donat

10. Seni bela diri asli Indonesia adalah . . . .
           
a. Karate
b. Judo
c. Gulat
d. Pencak silat

   
B. Isilah titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!       

1. Kepala Eksekutif yang memimpin kabinet adalah . . . .

2. Negara yang terbentuk pemerintahan monarki disebut juga . . . .

3. Majelis permusyawaratan rakyat merupakan lembaga . . . .

4. MA adalah badan yang melakukan  kekuasaan . . . . 

5. Adam Malik adalah wakil presiden yang ke . . . .

6. Jusuf kala menjadi presiden pada tahun . . . .

7. Antar individu dapat berhubungan, dengan kemajuan di bidang . . . .

8. Dari manakah senjata kujang berasal, yaitu . . . .

9. Kepala daerah yang memimpin sebuah wilayah kota yaitu . . . .

10. BPD merupakan singkatan dari . . . .
        

Soal PKn Semester 2 Kelas 4 IV Pilihan Ganda dan Essay + Kunci Jawaban


KUNCI JAWABAN SOAL PKN KELAS 4 IV PILIHAN  GANDA

1.  a
2.  d
3.  d
4.  a
5.  c
6.  a
7.  a
8.  c
9.  b
10. d

KUNCI JAWABAN SOAL PKN KELAS 4 IV ISIAN
                       

1. Presiden                               
2. Kerajaan                              
3. Negara                                      
4. Kehakiman                                                
5. Tiga
6. 2004
7. Telekomunikasi
8. Jawa barat/ Bali
9. Wali kota
10.Badan Permusyawaratan Desa | By Peachock

Soal PKn + Kunci Jawaban Kelas 4 IV Empat Semester 2 Pilihan Ganda Erlangga dan Tiga Serangkai

Soal PKn + Kunci Jawaban Kelas 4 IV Empat Semester 2 Pilihan Ganda Erlangga dan Tiga Serangkai
1.  Lurah bertanggung jawab kepada . . . .
           
a.Camat                                           
b.Walikota/Bupati           
c. Kepala  Desa   
d. BPK               
   
2.  Kepala desa di pilih dengan cara . . . .                                        
a.Di tunjuk oleh Camat                               
b.Di tentukan oleh Bupati       
c. Di pilih oleh Wali kota
d. Di pilih langsung oleh penduduk desa

3.  Gubernur adalah kepala daerah untuk tingkat . . . .                               
a. Kota                                   
b. Kabupaten                   
c. Provinsi
d. Kota madya           
   
4.  Pemerintah desa di pimpin oleh seorang . . . .                                    
a. Ketua desa                                            
b. Kepala desa                   
c. Cama   
d. Lurah
   
5.  Organisasi ibu rumah tangga yang terdapat di wilayah desa yaitu . . . .                       
a. PKK                                   
b. KUD                         
c. Karang taruna
d. Kelompencapir       
   
6.  Suatu badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman tertinggi adalah Pengertian dari . . .            
a. BPK                                                   
b. MA                       
c. DPR
d. Komisi Yudisial
   
7. Lembaga Negara yang bersifat mandiri, berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung   kepada  DPR adalah lembaga . . . .       
                   
a. MA                                                
b. KY                       
c. BPK
d. DPA

8. Penyelenggaraan pemilihan umumadalah suatu komisi pemilihan yang bersifat . . . .

a. Curang                   
b. Seadanya                   
c. Nasional,teap, dan mandiri
d. Mandiri saja   

9. Badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman dan bertugas memberikan pertimbangan di bidan hukum adalah . . . .
   
a. Mahkama konstitusi                   
b. Dewan Perwakilan Rayat           
c. Komisi Yudisial
d. Mahkama Agung       
   
10. Hak seorang DPR yang terdapat dapat dalam UUD 1945 adalah . . . .
             
a. Hak Interpelasi & Hak angket   
b. Hak melantik presiden       
c. Hak perseorangan   
d. Hak memberhentikan kepala Desa

11. Mahkama Agung adalah badan yang melakukan kekuasaan kehakiman mempunyai kewenangan dalam pengadilan, ada berapa kewenangan MA dalam peradilan . . . .    
       
a. 3                               
b. 4                       
c. 5
d. 6

12. Pemerintah Negara Indonesia berbentuk . . . .
           
a.  Monarki                   
b.  Repoblik                   
c. Liberal
d. Kerajaan

13. Siapakah yang bertugas  mengangkat dan memberhentikan para mentri Negara, Yaitu .

a. MA                       
b. MPR                   
c. DPR
d. Presiden

14. Majelis permusyawaratan rakyat merupakan lembaga . . . .

a. Sosial                   
b. Kemasyarakatan               
c. Negara
d. Kehakiman

15. Jumlah Anggota MPR saat ini  adalah. . . . orang.

a. 128                        
b. 550                       
c. 678
d. 600

16. Masa jabatan anggota MPR yaitu . . . .

a. 4 tahun                   
b. 5 tahun                    
c. 6 tahun
d. 7 tahun  

17. Masa jabatan seorang presiden berakhir setiap . . . .                       
a. 2 tahun                   
b. 3 tahun                   
c. 4 tahun
d. 5 tahun

18. DPR Menetapkan APBN bersama . . . .

a. MPR                   
b. Presiden                   
c. Wakil presiden
d. Mentri

19. Lembaga negara yang adanya setelah amandemen UUD 1945 adalah. . . .

a. DPR                   
b. Komisi Yudisial               
c. BPK
d. DPD

20. Istilah globalisasi muncul akibat majunya . . . .

a. Ilmu pengetahuan budaya           
b. Ilmu pengetahuan sosial            
c. Dunia perdagangan
d. Ilmu pengetahuan & teknologialah

21. Zaman ketika jarak, ruang, dan waktu tidak lagi menjadi batas adalah . . . .
       
a. Modern                   
b. Globalisasi                   
c. Kuno
d. Sejarah
            
22. Adanya globalisasi, menjadikan dunia terasa . . . .

a. Semakin jauh                   
b. Semakin kecil                   
c. Semakin tua
d. Semakin besar

23. Imformasi mudah didapat dalam waktu singkat adalah contoh . . . .

a. Globalisasi dibidang Agama       
b. Sebab terjadi globalisasi           
c. Dampak positif globalisasi
d. Dampak negatif globalisasi

24. Sikap yang ditunjukan masyarakat sebelum berkembngnya globalisasi adalah . . . .

a. Gotong royong   
b. Materialistik               
c. Individual
d Tertutup

25. Dalam menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi adalah dengan cara . . . .

a. Pengendalian diri       
b. Menentang globalisasi   
c. Menerima dengan senang
d. Mengikuti perkembangan

Kunci Jawaban Kelas 4 IV Empat Semester 2 Pilihan Ganda Erlangga dan Tiga Serangkai

1.    a                11.  a                    21.  b      
2.    d                12.  b                    22.  b      
3.    c                 13. d                    23.  c       
4.    b                14.  c                    24.  a       
5.    a                15.  c                    25.  A | By Peachock

6.    b                16.  b       
7.    b                17.  d       
8.    c                18.  b       
9.    d                19.  d       
10.  a                20.  D   

Friday, May 17, 2013

JENIS DAN MAKNA KATA ULANG (DWIPURWA, DWILINGGA, BERIMBUHAN DAN SEMU)

JENIS DAN MAKNA KATA ULANG (DWIPURWA, DWILINGGA, BERIMBUHAN DAN SEMU) - Kata Ulang atau Reduplikasi adalah Kata jadian yang terbentuk dengan  pengulangan kata. berikut ini akan dijelaskan tentang jenis-jenis kata ulang dan juga makna-makna kata ulang. 

Ilustrasi kata ulang: daunnya hijau-hijau.

A. JENIS-JENIS KATA ULANG

Baiklah, sekarang kita masuk pada Jenis-Jenis kata Ulang menurut Gorys Keraf (dengan penambahan dan variasi contoh):
  1. Dwilingga (kata ulang utuh atau penuh): Reduplikasi atas seluruh bentuk dasar (bisa kata dasar maupun kata berimbuhan). Contoh: satu-satu, merah-merah, buku-buku, samar-samar dsb.
  2. Dwilingga salin suara (berubah bunyi): Reduplikasi atas seluruh bentuk dasar yang salah satunya mengalami perubahan suara pada suatu fonem atau lebih. Contoh: lauk-pauk, serta-merta, gerak-gerik, sayur-mayur, mondar-mandir dsb
  3. Kata ulang berimbuhan: Reduplikasi dengan mendapat imbuhan, baik pada lingga pertama maupun pada lingga kedua. Contoh: berteriak-teriak, bermain-main, tarik-menarik, sebanyak-banyaknya, kemerah-merahan, hormat-menghormati, nyanyi-nyanyian dsb
  4. Dwipurwa (kata ulang sebagian): Reduplikasi atas suku kata awal. Vokal dari suku kata awal mengalami pelemahan dan bergeser ke posisi tengah menjadi e pepet. Contoh: tetangga, leluhur, lelaki, sesama dsb.
  5. Kata ulang semu: Kata yang sebenarnya merupakan kata dasar dan bukan hasil pengulangan atau reduplikasi. Contoh: cumi-cumi, paru-paru, laba-laba, ubur-ubur, biri-biri, undur-undur, kura-kura, kupu-kupu, kunang-kunang dsb
B. MAKNA-MAKNA KATA ULANG
 
Dari berbagai jenis kata ulang di atas, setiap kata ulang yang terbentuk memiliki maknanya sendiri, semisal kata ulang merah-merah yang bermakna sangat, tidak sama maknanya dengan kata ulang kemerah-merahan yang bermakna agak.

Berikut adalah beberapa Makna kata ulang yang disadur dari organisasi.org serta beberapa pranala luar.

1. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu.
Contohnya: pepohonan, pulau-pulau, meja-meja, rupa-rupa, dsb.

2. Kata ulang yang menyatakan sangat.
Contohnya: besar-besar, malas-malas

3. Kata ulang yang menyatakan paling.
Contohnya: setinggi-tingginya, sebanyak-banyaknya, dsb.

4. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan.
Contohnya: kapal-kapalan, motor-motoran, mobil-mobilan, rumah-rumahan, hantu-hantuan, dsb.

5. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan
Contohnya: cubit-cubitan, kunjung-mengunjungi, sapa-sapaan, tegur-teguran, bersalam-salaman, dsb.

6. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin
Contohnya: meluap-luap, lama-kelamaan, dsb.

7. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa
Contohnya: malam-malam, pagi-pagi, datang-datang, tiba-tiba, dsb.

8. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab
Contohnya: mengkait-kaitkan, melemah-lemahkan, menguat-nguatkan, dsb.

9. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus
Contohnya: bertanya-tanya, mengejar-ngejar, terus-menerus, dsb.

10. Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti)
Contohnya: Sakit-sakitan, malu-malu, pening-pening, dsb.

11. Kata ulang yang menyatakan beberapa.
Contohnya: berhari-hari, bertahun-tahun, dsb.

12. Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak
COntohnya: kebarat-baratan, kewanita-wanitaan, kekanak-kanakan, keibu-ibuan, dsb.

13. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan
Contohnya: lima-lima, sepuluh-sepuluh, seratus-seratus, dsb.

14. Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai
Contohnya: tidur-tiduran, jalan-jalan, seru-seruan, dsb.

Demikianlah artikel ini dibuat untuk menambah khazanah pengetahuan kita, semoga bermanfaat.

Keraf, Gorys. 1991. "Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia". Jakarta: Grasindo.
http://organisasi.org/makna-kata-ulang-dalam-bahasa-indonesia-arti-pengertian-perulangan-kata

Pengertian Kata Ulang Dwipurwa dan Contohnya

Kata Ulang atau Reduplikasi adalah Kata jadian yang terbentuk dengan  pengulangan kata. Ada bermacam-macam bentuk kata ulang, diantaranya:
  • Kata ulang murni atau pengulangan seluruh atau dwilingga, yaitu   pengulangan seluruh kata dasar.
  • Kata ulang berimbuhan atau kata ulang sebagian,yaitu bentuk pengulangan kata dengan mendapat awalan, sisipan, akhiran atau gabungan imbuhan sebelum atau sesudah kata dasarnya diulang.
  • Kata ulang berubah bunyi atau bervariasi fonem, baik vokal maupun konsonan.
  • Kata ulang suku awal atau dwipurwa, yaitu bentuk pengulangan suku pertama kata dasarnya.
  • Kata ulang semu atau kata dasar berulang.  
Untuk materi di atas, silahkan baca selengkapnya di sini. Sedangkan untuk artikel kali ini, kami akan fokus hanya pada Kata Ulang Dwipurwa.
ilustrasi: leluhur

Seperti uraian singkat di atas, definisi atau pengertian dari kata ulang dwipurwa adalah bentuk pengulangan suku pertama kata dasarnya, biasanya disertai variasi e pepet.
Contohnya adalah sebagai berikut:
1. Sesama

Kata sesama berasal dari kata ulang sama.
sama-sama => sasama => sesama (mengalami variasi e pepet)

2. Tetangga

Kata tetangga berasal dari kata dasar tangga.
tangga-tangga => tatangga => tetangga (mengalami variasi e pepet)


3. Lelaki
Kata lelaki berasal dari kata dasar laki.
laki-laki => lalaki => lelaki (mengalami variasi e pepet)

4. Beberapa
Kata Beberapa berasal dari kata dasar berapa.
Berapa-berapa => beberapa (tidak mengalami variasi e pepet karena vokal suku kata depannya "be-" sudah berbunyi "e")
5. Sesekali
Kata Sesekali berasal dari kata dasar sekali.

Sekali-Sekali => Sesekali


6. Leluhur
Kata Leluhur berasal dari kata dasar luhur.
luhur-luhur => luluhur => leluhur (mengalami variasi e pepet)

7. Seseorang

Kata Seseorang berasal dari kata dasar seorang.

Seorang-seorang => Seseorang
8. Leluasa


Kata Leluasa berasal dari kata dasar luasa.
luasa-luasa => luluasa => leluasa (mengalami variasi e pepet)
9. Tetamu
Kata tetamu berasal dari kata dasar tamu.
tamu-tamu => Tatamu => Tetamu (mengalami variasi e pepet)

Sebenarnya banyak sekali contoh kata ulang Dwipurwa, hanya saja waktu yang membatasi kami dalam merangkumnya. Perhatian, untuk kata sesekali dan seseorang, masih banyak yang memperdebatkannya apakah masuk sebagai kata ulang dwipurwa atau tidak. Semoga bermanfaat.

baca artikel terkait kami mengenai kata ulang di sini.
Referensi:
Keraf, Gorys. 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: Grasindo.