Thursday, April 18, 2013

DEFINISI PENGERTIAN WIDENING DAN NARROWING (PERLUASAN DAN PENYEMPITAN MAKNA)

Pada artikel linguistic sebelumnya, sudah dibahas tentang Ameliorasi (Amelioration) atau pemuliaan makna dan Peyorasi (Pejoration) atau perburukan makna yang merupakan bentuk-bentuk Changes in Meaning atau Perubahan Makna. Kali ini, kita akan membahas tentang perubahan makna Widening dan Narrowing.

(perhatian! 
artikel ini adalah artikel BILINGUAL 
yang memang dikhususkan 
untuk Intermediate Linguistics)
 
DEFINITION OF TERMS:
Widening and narrowing are the processes whereby a word acquires sense enlargement and sense looses respectively. If widening acquires sense enlargement respectively, on the other hand narrowing acquires sense looses respectively.

From the terms above, we may not be able to understand what is widening or narrowing themselves. Therefore we have to carry out them in certain situation in order to comprehend them exactly. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat uraian berikut ini:

A. Widening atau Perluasan Makna

Sebuah kata yang dulunya hanya digunakan untuk suatu hal tertentu kini digunakan secara lebih luas dan tidak kaku. Contohnya kata “Brother”.

A word “Brother”, before the word brother according to Cambridge Advance Learner’s Dictionary third edition is a man or boy with the same parents as another person or a man who is a member of the same group as you or who shares an interest with you or has a similar way of thinking to you but now it can be used to call every man especially with the same age even we don’t know each other before. I sometimes call my partners or friends with:

“hey brother, how’s life?” 

or When I am on the bus then I want to have a seat beside a boy or a man, then I said to him:

“hey bro (brother), may I sit here"

In those cases, the word has brother already got widening meaning.

B. Narrowing atau Penyempitan Makna

Sebuah kata yang dahulu digunakan untuk suatu hal tertentu secara luas atau lingkup yang lebih besar kini menjadi kata yang hanya digunakan untuk hal-hal tertentu dalam lingkup yang kecil. COntohnya kata “Pupil”.

In Indonesia, the word “pupil (murid)” before 1990’s is used to call all of the students from primary to high school, but nowdays it is used to merely call students at primary school while for secondary and high school are called “siswa (students)” not “murid (pupil)” anymore.

Sederhananya begini, ketika kita menyebut Pupil, maka kita langsung mengasosiasikannya dengan siswa SD, padahal sebelum tahun 1990an, kata pupil masih digunakan untuk semua anak sekolah dari SD sampai SMA.

Selain kata “Pupil” kata “Sarjana” juga sudah mengalami penyempitan makna. Dahulu, orang-orang pandai dan cerdas disebut sarjana walapun tidak kuliah. Sedangkan saat ini, kata Sarjana sudah diasosiasikan dengan orang yang telah menempuh bangku pendidikan di perguruan tinggi.

Semoga penjelasan singkat di atas dapat dipahami. Sekian dan terimakasih, silahkan baca artikel kami yang lainnya …

0 comments:

Post a Comment