Tuesday, June 19, 2012

TAKSONOMI BLOOM TENTANG DIMENSI KOGNITIF: FAKTUAL, KONSEPTUAL, PROSEDURAL, METAKOGNITIF

TAKSONOMI BLOOM TENTANG DIMENSI KOGNITIF: FAKTUAL, KONSEPTUAL, PROSEDURAL, METAKOGNITIF >> Sebelumnya, baca arti saya sebelumnya tentang Definisi atau Pengertian Psikologi Kognitif agar sobat lebih memahami tujuan dari artikel ini, karena artikel ini adalah kelanjutan dari artikel saya sebelumnya. Nah, seiring dengan berkembangnya psikologi kognitif, maka berkembang pula cara-cara mengevaluasi pencapaian hasil belajar, terutama untuk domain kognitif. Salah satu perkembangan yang menarik √°dalah revisi “Taksonomi Bloom“ tentang dimensi kognitif. Anderson & Krathwohl (dalam wowo 1999) merevisi taksonomi Bloom tentang aspek kognitif menjadi dua dimensi, yaitu: proses kognitif dan pengetahuan. Dimensi pengetahuan berisi empat kategori, yaitu Faktual, Konseptual, Prosedural, dan Metakognitif. Sedangkan dimensi proses kognitif terdiri dari  Mengingat, Pemahaman, Penerapan, Analisis, Evaluasi dan Membuat. Kesinambungan yang mendasari dimensi proses kognitif diasumsikan sebagai kompleksitas dalam kognitif, yaitu pemahaman dipercaya lebih kompleks lagi daripada mengingat, penerapan dipercaya lebih kompleks lagi daripada pemahaman, dan seterusnya.

  • Pengetahuan (Knowledge) | C1

Pengetahuan (C1) menekankan pada poses mental dalam mengingat dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah siswa peroleh secara tepat sesuai dengan apa yang telah mereka peroleh sebelumnya. Informasi-informasi yang dimaksud di sini berkaitan dengan simbol-simbol matematika, terminologi dan peristilahan, fakta-fakta, keterampilan dan prinsip-prinsip.

  • Pemahaman (Comprehension) | C2

Pemahaman (C2) adalah tingkatan yang paling rendah dalam aspek kognisi yang berhubungan dengan penguasaan atau mengerti tentang sesuatu. Dalam tingkatan ini, siswa diharapakn mampu memahami ide-ide matematika bila mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan tanpa perlu menghubungkannya denga ide-ide lain degan gejala implikasinya.

  • Penerapan (Aplication) | C3

Penerapan (C3) adalah kemampuan kognisi yang mengharapkan siswa mampu mendemonstrasiaknpemahaman mereka berkenaan denga sebuah abstraksi matemaika melalui pengunaannya secara tepat ketika mereka diminta untuk menunjukkan kemampuan tersebut, seorang siswa harus dapat memilih dan menggunakan apa yang mereka telah miliki secara tepat sesuai dengan situasi yang ada dihadapannya.

  • Analisis (Analysis) | C4

Analisis (C4) adalah kemapuan untuk memilah sebuah struktur informasi ke dalam komponen-komponen sedemikian hingga hierarki dan keterkaitan antar ide  dalam informasi tersebut menjadi tampak dan jelas. Bloom mengidentifikasikan 3 jenis analisis, yaitu: 

  1. Analisis elemen/bagian; 
  2. Analisis hubungan; dan 
  3. Analisis prinsip-prinsip pengorganisasian. 

Bila pemahaman(C2) menekankan pada penguasaan atau pengertian akan arti materi matematika, sementara penerapan (C3) lebih menekankan pada penguasaan dan pemamfaatan infomasi-informasi yang sesuai, berkaitan dan bermamfaat. Analisis (C4) berkaitan dengan pelmilahan materi ke dalam bagian-bagian, menemukan hubungan antarbagian, fan mengamati pengorganisasian bagian-bagian.

  • Sistesis (Syntesis) | C5

Sistesis (C5) adalah kemampuan untuk mengkombinasikan elemen-elemen untuk membentuk sebuah struktur yang unik atau sistem. Dalam matematika, sistesis melibatkan pengkombinasian dan pengorganisasian konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika untuk mengkreasikannya menjadi struktur amtematika yang lain dan berbeda dari ayng sebelumnya. Salah satu contohnya adalah memformulasikan teorema-teorema matematika dan mengembangkan struktur matematika.

  • Evaluasi( Evaluation) | C6

Evaluasi (C6) adalah kegiatan membuat penilaian (judgement) berkenaan dengan nilai sebuah ide, kreasi, cara atau metode. Evaluasi adalah tipe yang tertinggi diantara ranah-ranah kognitif yang lain karena melibatkan ranah yang lainnya, mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis hingga sintesis. Evaluasi dapat memandu seseorang untuk mendapat pengetahuan baru, pemahaman yang lebih baik, penerapan baru, dan cara baru yang unik dalam analisis atau sintesis, misalnya bloom menjadi kegiatan evaluasi ke dalam 2 tipe yaitu: 

  1. Penilaian pada bukti atau struktur internal, seperti akurasi, logika dan konsistensi, dan
  2. Penilaian pada bukti atau struktur eksternal, seperti teorema-teorema matematika dan sistemnya.
Terimakasih anda sudah membaca artikel  TAKSONOMI BLOOM TENTANG DIMENSI KOGNITIF: FAKTUAL, KONSEPTUAL, PROSEDURAL, METAKOGNITIF saya ini, semoga bermanfaat yah.

Referensi:
  1. Wowo SK,  Taksonomi Bloom hasil Revisi 1999. Diakses pada hari Rabu, tanggal 8 oktober 2008 pukul 14.15 Wita.
  2. Anderson dkk, 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing. A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. Longman.
  3. Bakhtiar, Amsal, 2007. Filsafat Ilmu. Jakarta, Raja Grafindo Persada
  4. Hadis Abdul, 2006. Psikologi dalam Pendidikan.Bandung: Afabeta
  5. Muhkal, Mappaita, 2006. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Universitas Negeri Makassar.
  6. Suherman dkk, 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, JICA.
  7. Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pengajaran.Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Grasindo.

1 comment:

  1. Nice Info, saya ingin tanya Contoh untuk C1 s.d C6 untuk Metakognitif seperti apa ? trims

    ReplyDelete