Wednesday, June 27, 2012

PENGERTIAN DEFINISI KECAKAPAN HIDUP - LIFE SKILLS MENURUT PARA AHLI

PENGERTIAN DEFINISI KECAKAPAN HIDUP - LIFE SKILLS MENURUT PARA AHLI >>> Dalam KTSP 2006, atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006, salah satu dari standar isi yang menjadi pokok terakhir adalah Kecakapan Hidup atau Life Skills. Setiap sekolah diharapkan dan dimungkinkan untuk menerapkan standar isi terakhir ini. Lalu apa sih yang dimaksud dengan Kecakapan Hidup atau Life Skills itu sendiri? Nah, di bawah ini telah saya rangkum dari beberapa sumber tentang pendapat para ahli mengenai pokok pembicaraan kita kali ini.

Kita mulai dengan istilah Kecakapan hidup oleh Dirjen PLSP. Menurut Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis, 2003, Istilah Kecakapan Hidup (life skills) diartikan sebagai kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan penghidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.

Sedangkan Brolin (1989) menjelaskan bahwa, “Life skills constitute a continuum of knowledge and aptitude that are necessary for a person to function effectively and to avoid interruptions of employment experience”. Dengan demikian life skills dapat dinyatakan sebagai kecakapan untuk hidup. Istilah hidup, tidak semata-mata memiliki kemampuan tertentu saja (vocational job), namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara fungsional seperti : membaca, menulis, menghitung, merumuskan, dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, bekerja dalam tim, terus belajar di tempat kerja, mempergunakan teknologi (Satori, 2002).

Indikator-indikator yang terkandung dalam life skills tersebut secara konseptual dikelompokkan menjadi:
  1. Kecakapan mengenal diri (self awarness) atau sering juga disebut kemampuan personal (personal skills)
  2. Kecakapan berfikir rasional (thinking skills) atau kecakapan akademik (akademik skills
  3. Kecakapan sosial (social skills)
  4. Kecakapan vokasional (vocational skills) sering juga disebut dengan keterampilan kejuruan artinya keterampilan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu dan bersifat spesifik (spesifik skills) atau keterampilan teknis (technical skills).

Sedangkan menurut Jecques Delor, ia mengatakan bahwa pada dasarnya program life skills ini berpegang pada empat pilar pembelajaran yaitu sebagai berikut:

  1. Learning to know (belajar untuk memperoleh pengetahuan).
  2. Learning to do (belajar untuk dapat berbuat/bekerja).
  3. Learning to be (belajar untuk menjadi orang yang berguna).
  4. Learning to live together (belajar untuk dapat hidup bersama dengan orang lain).

Selain dari pada uraian dari para ahli di atas, pendapat lain dikemukakan oleh Mulyani Sumantri, (2004) bahwa tujuan khusus pemelajaran life skills adalah:

  1. Menyajikan kecakapan berkomunikasi dengan menggunakan berbagai teknik yang memadai bagi siswa.
  2. Mengembangkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan masyarakat masa kini dan memenuhi kebutuhan di masa datang.
  3. Mengembangkan kemampuan membantu diri dan kecakapan hidup agar setiap siswa dapat mandiri.
  4. Memperluas pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai sumber-sumber dalam masyarakat.
  5. Mengembangkan kecakapan akademik yang akan mendukung kemandirian setiap siswa.
  6. Mengembangkan kecakapan pra-vokasional dan vokasional dengan memfasilitasi latihan kerja dan pengalaman bekerja di masyarakat.
  7. Mengembangkan kecakapan untuk memanfaatkan waktu senggang dan melakukan rekreasi.
  8. Mengembangkan kecakapan memecahkan masalah untuk membantu siswa melakukan pengambilan keputusan masa kini dan di masa depan.

Sumber dan Referensi Artikel:
1. http://smpn1-terbukakandanghaur.sch.id/archives/336
2. http://lifeskilledu.wordpress.com/2012/06/06/tujuan-pendidikan-kecakapan-hidup/
3. Untuk men-download makalah tentang Kecakapan Hidup atau Life SKills buka di sini.

0 comments:

Post a Comment