Tuesday, June 5, 2012

Hipotesis Tentang asal usul Tata Surya: Nebula, Planetesimal, Pasang Surut Bintang, Kondensasi dan Bintang Kembar

SAINS >>> FISIKA >> Hipotesis Tentang asal usul Tata Surya: Nebula, Planetesimal, Pasang Surut Bintang, Kondensasi dan Bintang Kembar : Saya rasa sudah tidak asing algi di telinga kita tentang TATA SURYA. Sejak SD, SMP hingga SMA dan perguruan tinggi, atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin sering mendengar tentang kata TATA SURYA ini. Lalu, bagaimana dengan Hipotesis Tentang asal usul Tata Surya? Bailah, dalam artikel kali ini, secara khusus kita akan membaca ringkasan dari Hipotesis Tentang asal usul Tata Surya itu sendiri.

1. Hipotesis Nebula

Yang pertama adalah Hipotesis Nebula. Pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula.Unsur gas sebagian besar berupa hidrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut ini menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya suhu gas memanas dan menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan perputarannya semakin cepat. Cincin-cincin es terlontar ke sekeliling matahari, akibatnya gaya gravitasi gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama pula planet luar terbentuk.

Hipotesis Nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant ( 1724-1804) pada tahun 1775. Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796. Oleh karena itu, hipotesis ini lebih dikenal dengan Hipotesis nebula Kant-Laplace. Pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar berupa hidrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan perputarannya semakin cepat. Selanjutnya cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama, planet luar juga terbentuk.


2. Hipotesis Planetesimal

Hipotesis ini mengatakan bahwa tata surya terbentuk akibat adanya bintang lain yang menabrak matahari.

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.


3. Hipotesis Pasang-Surut Bintang


Hipotesis ini sangat mirip dengan hipotesis planetesimal hanya bedanya terletak pada jumlah awal matahari.

Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.

4. Hipotesis Kondensasi


Hipotesis ini menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.


Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper ( 1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

5. Hipotesis Bintang Kembar


Hipotesis ini menjelaskan bahwa tata surya berupa dua buah bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan, dan salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan kecil ini kemudian membentuk planet, asteroid, meteoroid, komet, dan lain sebagainya yang bergerak mengelilingi bintang yang satunya.

Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle ( 1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.

demikianlah artikel tentang Hipotesis Tentang asal usul Tata Surya: Nebula, Planetesimal, Pasang Surut Bintang, Kondensasi dan Bintang Kembar ini. Semoga bermanfaat. | By Peacock

0 comments:

Post a Comment