Saturday, June 30, 2012

DIRLY NYANYI "COZ I LOVE YOU" UNTUK ULANG TAHUN AGNES MONICA DI PANGGUNG GRAND FINAL INDONESIAN IDOL

DIRLY NYANYI "COZ I LOVE YOU" UNTUK ULANG TAHUN AGNES MONICA DI PANGGUNG GRAND FINAL INDONESIAN IDOL >>> Kejutan demi kejutan terus mengalir di panggung Indonesian Idol 2012, apalagi pada malam Grand Final Sabtu, 30 Juni 2012 yang digelar hingga subuh, 1 Juli 2012. Selain karena hadirnya Idol All Stars, Citra, Wilson, Mike, Igo, Delon, Judika, Aris dan Dirly Indonesian Idol  All Stars Menyanyikan Lagu Kemenangan Masing-Masing 
ditambah dengan kejutan ulang tahun untuk salah satu dewan Juri Indonesian Idol.
Dia adalah Agnes Monica yang berulang tahun pada 1 Juii 2012. Dara kelahiran 1 Juli 1985 itu tepat berulang tahun malam itu. Dan kejutan lainnya datang dari sang mantan, Dirly Idol, yang juga hadir pada malam itu. Ia membawakan lagu COZ I LOVE YOU yang merupakan lagu milik Agnes Sendiri.

Lirik lagu COZ I LOVE YOU dari Agnes Monica yang dinyanyikan oleh Dirly:

Canda tawa... tangisanmu... air mataku...
Tak ku sesali
Pelukanmu... amarahmu... pengorbananmu...
Tak kan ku ganti

^
Semua yang harus kita alami
Membuat kita ’tuk saling mengerti

Reff :
Coz I love you
Coz I need you
And I want you
By my side

Keakuan tak buatmu ’tuk jadi ragu sayangi aku
(‘Tuk sayangi aku)

Back to ^, Reff

I love you
I need you
By my side
And I need you
I need you
I want you
I need you

Back to ^, Reff

Luar biasa, selamat ulang tahun yang ke-26 buat Agnes, semoga terus sukses yeah.

AGNES MONICA BERULANG TAHUN DI MALAM GRAND FINAL INDONESIAN IDOL 1 JULI 2012

AGNES MONICA BERULANG TAHUN DI MALAM GRAND FINAL INDONESIAN IDOL 1 JULI 2012 >>>Malam Grand Final Indonesian Idol 2012 semakin spektakuler saja dengan hadirnya Indonesian Idol all Stars. Terlebih karena Agnes Monica berulang tahun.


"Cause I Love You, Cause I Need You" adalah sepenggal lagu yang dinyanyikan Dirly Idol diringi dentingan Piano Ahmad Dani yang dialamatkan kepada Agnes Monica.

Yeah, malam tadi, tepat jam 12 lewat, Indonesian Idol semakin semarak karena salah satu Jurinya, Agnes Monica, berulang tahun, yaitu tepatnya 1 Juli 2012.

Tampak hadir manajemen, dancer dan yang lainnya yang berjasa di belakang panggung akan kesuksesan Agnes Monica yang ia sebut my team. "Aku mendingan punya teman 10, tapi mereka adalah real friends danri pada punya 1000 teman but I don't know who are the real one".

Dan akhirnya semua semakin semarak dengan dinyanyikannya Happy Birthday To You buat Agnes Monica bersama para fans yang sudah sejak lama menunggu di belakang panggung.

Selamat Ulang Tahun yah buat Agnes Monica. Pengennya seh jadian terus ama Dirly dong....

DUET ASHANTY + ANANG HERMANSYAH: MAKIN CINTA DI MALAM GRAND FINAL INDONESIAN IDOL 30 JUNI 2012 + Lirik

DUET ASHANTY + ANANG HERMANSYAH: MAKIN CINTA DI MALAM GRAND FINAL INDONESIAN IDOL 30 JUNI 2012 + Lirik >>> Pada kesempatan Malam Grand Final Indonesian Idol 2012, Anang dan Ashanty tampil duet dengan membawakan lagu Makin Aku Cinta yang pernah dipopulerkan oleh Anang dan mantan istrinya, Krisdayanti.

Lirik lagu Makin Aku Cinta, Ashanty ft. Anang di Grand Final Indonsian Idol 2012 seperti berikut:

Caramu Mencintaiku
Menjauhkan kecurangan
Seperti bintang
Yang setia pada bulan

Memegang kukuh janji
Menemani aku sampai mati
Terpasung hati
Tulusmu mendampingi diriku

Makin aku cinta
Cermin sikapmu yang mampu
Merendam rasa keakuanku
(Mengerti, memahami cinta)

Caramu memanjakan ku
Kau rujuki kesejukan pagi
Memasang hati
Tulus aku, memasrahkan diri

Jangan pernah terbesit hati
Meragukan kesetiaan yang tercurah
Aku dan dirimu ditakdirkan satu
Langit jadi saksi

Setelah usai performance, seperti biasa Daniel Mananta sang host selalu mewawancarai para performancer. Tak terelakkan juga, duet mesra Anang dan istri barunya, Ashanty. Dan menurut pengakuan Anang, sebenarnya dia ingin membawakan lagu yang baru dia ciptakan buat istri barunya itu, namun sang istri lebih memilih untuk menyanyikan lagu Makin Aku Cinta, dikarenakan lagu itulah yang paling ia suka. Selain itu, karena lagu itu sudah dikenal banyak orang, jadi mudah untuk mengajak penonton ikut bernyanyi.

Dan menurut Daniel, They are his favourite couple for Daniel. Oh yeah??!!  

Citra, Wilson, Mike, Igo, Delon, Judika, Aris dan Dirly Indonesian Idol All Stars Menyanyikan Lagu Kemenangan Masing-Masing

Citra, Wilson, Mike, Igo, Delon, Judika, Aris dan Dirly Indonesian Idol  All Stars Menyanyikan Lagu Kemenangan Masing-Masing >>> Citra, Wilson, Mike, Igo, Delon, Judika dan Aris hadir untuk memeriahkan Malam Grand FInal Indonesian Idol 2012. Mereka hadir bersama membawakan lagu kemenangan mereka masing-masing sebelum Sean dan Regina tampil membawakan lagu kemenangan mereka yang pertama kali pada malam itu.

Karena Cinta yang diciptakan oleh Glenn Fredly yang dinyanyikan oleh Angkatan Pertama, Joy Tobing dan Delon saat berada di Grand Final menjadi pembuka. Dilanjutkan oleh lagu kemenangan oleh Finalis Tahun berikutnya Mike dan Judika. Selanjutnya lagu kemenangan oleh Dirly Idol, Lagu Kemenangan ini Milik Kita. Disusul lagi oleh Wilson Idol dengan lagu kemenangan pada tahunnya. Setiap Reff dinyanyikan bersama-sama oleh semua Indonesian Idol All Stars.

Intinya, mereka tampil sesuai dengan lagu kemenangan yang mereka dapatkan ketika menjadi Grand Finalis Indonesian Idol. Terakhir lagu Kemenangan dari Citra dan Igo yang diciptkan oleh Anang Hermansyah. Luar Biasa.

Lalu, bagaimana penampilan Sean dan Regina dengan lagu Kemenangan Mereka dari Ahmad Dani?
Dan terimakasih sudah membaca artikel Citra, Wilson, Mike, Igo, Delon, Judika, Aris dan Dirly Indonesian Idol  All Stars Menyanyikan Lagu Kemenangan Masing-Masing ini.

LAGU "KEMENANGAN" SEAN - REGINA CIPTAAN AHMAD DANI DI PANGGUNG GRAND FINAL 30 JUNI 2012

LAGU "KEMENANGAN" SEAN - REGINA CIPTAAN AHMAD DANI DI PANGGUNG GRAND FINAL 30 JUNI 2012  >>> Setiap babak Grand Final, para finalis diberikan kesempatan untuk menyanyikan sebuah lagu Kemenangan. Dan kali ini lagunya juga berjudul Kemenangan yang diciptakan oleh Ahmad Dani. Di panggung Grand Final ini jugalah lagu itu pertama kali di bawakan dan dinyanyikan dihadapan umum.

Lagunya tentu saja tentang kemenangan, dimana setiap bait diselingi dengan lirik bahasa Inggris. Sean dan Regina akan saling bergantian dengan memperlihatkan kemampuan mereka menyanyikan lagu kemenangan itu untuk pertama kalinya di depan para juri dan semua pemirsa dan penonton.

Sean membawakannya dengan sangat energik dan luar biasa. Intinya para juri berkomentar bahwa mereka sangat baik. Bahkan Agnes mengatakan bahwa seharusnya mereka berdua (sean dan Regina) layak menjadi Juara. Seannya sangat keluar bangat di lagu ini.

Lalu bagaimana dengan Regina?

Menurut Anang, lagu ini lebih cocok dinyanyikan oleh kamu. Bahkan Agnes harus sependapat dengan Anang. Lalu menurut Dani? Kemenangan adalah milik orang yang berjuang dan dan milik orang yang berdoa. Mungkin itu yang bisa dirasakan oleh penonton dari pembawaan kamu.

Yah, kira-kira seperti itulah yang terjadi ketika LAGU "KEMENANGAN" SEAN - REGINA CIPTAAN AHMAD DANI DI PANGGUNG GRAND FINAL 30 JUNI 2012  dinyanyikan di atas panggung.




BOCORAN LAGU GRAND FINALIS INDONESIAN IDOL 30 JUNI 2012 SEAN-REGINA

BOCORAN LAGU GRAND FINALIS INDONESIAN IDOL 30 JUNI 2012 SEAN-REGINA >>> Grand Final Indonesian Idol 2012 akhirnya tiba. Malam ini adalah penentuan siapa yang akan menjadi the next Indonesian Idol 2012. Sedangkan lagu yang mereka bawakan, saya mendapat bocorannya sedikit. Pada malam nanti mereka akan menyanyikan lagu-lagu berikut:


Sean :

1. Lady gaga - badromace
2. Vina Panduwinata - didadaku ada kamu
 
Regina :

1. Beyonce - dejavu
2.  Vina Panduwinata - aku makin cinta

Trimakasih sudah membaca artikel saya tentang BOCORAN LAGU GRAND FINALIS INDONESIAN IDOL 30 JUNI 2012 SEAN-REGINA ini, Selamat menonton yah ...

Friday, June 29, 2012

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA DAN DEKADENSI KEMEROSOTAN BANGSA

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA DAN DEKADENSI KEMEROSOTAN BANGSA >>> Makalah ini dipublikasihkan atas ijin dari penyusun, Theresia Selpiani Malino. Adapun sumber dari makalah ini adalah hak prerogatif dari si penyusun, sedangkan saya hanya sebagai orang yang membantu membagikan makalah ini. Jika ada pertanyaan atau disclaim, silahkan menghubungi saya lewat email atau kotak komentar di bawah ini. Trimakasih.

BAB I
PENDAHULUAN
A.                Latar Belakang
Dewasa ini pembangunan di Indonesia mengalami dekadensi (kemerosotan) yang amat drastis dari berbagai aspek. Hal ini dibuktikan dengan kasus-kasus yang banyak terjadi di Indonesia antara lain korupsi, yang merupakan salah satu contoh kemerosotan pada aspek humanisasi; melemahnya kurs rupiah terhadap mata uang dollar pada aspek emansipasi; dan kemiskinan yang tidak teratasi. Kemerosotan ini disebabkan oleh kemunduran sumber daya manusia di berbagai aspek, baik sektor pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan politik. Sumber daya manusia di Indonesia seperti kehilangan jati diri mereka.
Dibalik kemorosotan dan kemiskinan sikap yang dihadapi, sebenarnya Indonesia memiliki sebuah harta yang merupakan sebuah kunci emas sebagai pengontrol dan senjata ampuh bagi bangsa Indonesia dalam perang besar menghadapi perkembangan dan perubahan zaman yang tidak dapat dihentikan. Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan akan semakin maju, manusia akan berangsur-angsur berubah, baik dalam sikap dan gaya hidup. Saat sebuah bangsa tidak sanggup menghadapi arus raksasa yang mematikan itu, maka sebuah bangsa akan hancur. Mereka akan termakan oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kepercayaan mereka akan musnah dan hanya akan menjadi sejarah atau mungkin tidak lagi dikenali. Dalam hal ini, Pancasila merupakan sebuah tameng sekaligus pedang emas milik bangsa Indonesia, sehingga bangsa Indonesia dapat bertahan dari serangan arus perkembangan zaman tersebut.
Ketangguhan Pancasila tidak diragukan lagi. Pancasila bahkan bukan sebuah pedang bermata dua yang dapat menghancurkan Indonesia. Hanya saja, saat bangsa Indonesia sebagai pemilik dari Pancasila itu sendiri mulai melupakan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi mereka, maka pengaruh dan peran Pancasila yang dahsyat itu tidak akan dapat melindungi bangsa ini lagi.
Pancasila memiliki nilai-nilai yang apabila diamalkan, dapat menjadi fondasi yang kuat pada pembangunan bangsa Indonesia. Secara teoristis, Pancasila merupakan nilai-nilai dasar yang merupakan gabungan dari nilai instrumental dan nilai praksis. Nilai instrumental Pancasila tercermin dalam UUD 1945 maupun hukum perundang-undangan lainnya. Sedangkan nilai praksis tercermin dalam sikap warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai itu bersifat abstrak, umum, dan relatif tidak berubah, namun maknanya selalu bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Karena Pancasila merupakan dasar untuk mengatur pemerintahan dan warganya, Pancasila memiliki peran sebagai paradigma pembangunan. Pembangunan sendiri memiliki arti upaya-upaya yang dilakukan bangsa untuk meningkatkan mutu dan taraf hidup masyarakat sehingga menjadi lebih baik. Pembangunan dapat dilaksanakan melalui tiga proses, yaitu emansipasi bangsa, modernisasi, dan humanisasi.

B.                 Tujuan

1.   Diharapakan mahasiswa dapat mengerti dan memaknai pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara
2.  Pembaca dapat menjadikan pancasila sebagai dasar untuk bertindak demi perkembangan bangsa


BAB II
PEMBAHASAN

A.                TINJAUAN PANCASILA DARI BERBAGAI SEGI

Mempelajari Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, ajaran tentang nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia adalah kewajiban moral seluruh warga negara Indonesia. Pancasila yang benar dan sah (otentik) adalah yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Hal itu ditegaskan melalui Instruksi Presiden RI No.12 Tahun 1968, tanggal 13 April 1968. Penegasan tersebut diperlukan untuk menghindari tata urutan atau rumusan sistematik yang berbeda, yang dapat menimbulkan kerancuan pendapat dalam memberikan isi Pancasila yang benar dan sesungguhnya.
Dalam rangka mempelajari Pancasila, Laboratorium Pancasila IKIP Malang (1986:9-14) menyarankan dua pendekatan yang semestinya dilakukan untuk memperoleh pemahaman secara utuh dan menyeluruh mengenai Pancasila. Pendekatan tersebut adalah pendekatan yuridis-konstitusional dan pendekatan komprehensif.
Pendekatan yuridis-konstitusional diperlukan guna meningkatkan kesadaran akan peranan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, dan karenanya mengikat seluruh bangsa dan negara Indonesia untuk melaksanakannya. Pelaksanaan Pancasila mengandaikan tumbuh dan berkembangnya pengertian, penghayatan dan pengamalannya dalam keseharian hidup kita secara individual maupun sosial selaku warga negara Indonesia.
Pendekatan komprehensif diperlukan untuk memahami aneka fungsi dan kedudukan Pancasila yang didasarkan pada nilai historis dan yuridis-konstitusional Pancasila: sebagai dasar negara, ideologi, ajaran tentang nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Telaah tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa selain merupakan philosphische grondslaag (Bld), dasar filsafat negara Republik Indonesia, Pancasila pun merupakan satu kesatuan sistem filsafat bangsa atau pandangan hidup bangsa (Ing: way of life; Jer: weltanschauung). Maka tinjauan historis dan filosofis juga dipilih untuk memperoleh pemahaman yang mengarah pada hakikat nilai-nilai budaya bangsa yang dikandung Pancasila sebagai suatu sistem filsafat. Pancasila adalah keniscayaan sejarah yang dinamis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kendati demikian, tinjauan filosofis tidak hendak mengabaikan sumbangan budi-nurani terhadap aspek-aspek religius dalam Pancasila (Lapasila, 1986:13-14): “Dengan tercantumnya Ketuhanan yang mahaesa sebagai sila pertama dalam Pancasila, Pancasila sebenarnya telah membentuk dirinya sendiri sebagai suatu ruang lingkup filsafat dan religi. Karena hanya sistem filsafat dan religi yang mempunyai ruang lingkup pembahasan tentang Ketuhanan yang mahaesa. Dengan demikian secara ‘inheren’ Pancasila mengandung watak filosofis dan aspek-aspek religius, sehingga pendekatan filosofis dan religius adalah konsekuensi dari essensia Pancasila sendiri yang mengandung unsur filsafat dan aspek religius. Karenanya, cara pembahasan yang terbatas pada bidang ilmiah semata-mata belum relevan dengan Pancasila.”

1.      Tinjauan Historis
Pembahasan historis Pancasila dibatasi pada tinjauan terhadap perkembangan rumusan Pancasila sejak tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan keluarnya Instruksi Presiden RI No.12 Tahun 1968. Pembatasan ini didasarkan pada dua pengandaian, yakni:

a.   Telaah tentang dasar negara Indonesia merdeka baru dimulai pada tanggal 29 Mei 1945, saat dilaksanakan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
b. Sesudah Instruksi Presiden No.12 Tahun 1968 tersebut, kerancuan pendapat tentang rumusan Pancasila dapat dianggap tidak ada lagi.

Permasalahan Pancasila yang masih terasa mengganjal adalah tentang penghayatan dan pengamalannya saja. Hal ini tampaknya belum terselesaikan oleh berbagai peraturan operasional tentangnya. Tinjauan historis Pancasila dalam kurun waktu tersebut kiranya cukup untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang proses dan dinamika Pancasila hingga menjadi Pancasila otentik. Hal itu perlu dilakukan mengingat bahwa dalam membahas Pancasila, kita terikat pada rumusan Pancasila yang otentik dan pola hubungan sila-silanya yang selalu merupakan satu kebulatan yang utuh.

2.      Tinjauan Yuridis-Konstitusional

Meskipun nama “Pancasila” tidak secara eksplisit disebutkan dalam UUD 1945 sebagai dasar negara, tetapi pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 itu secara jelas disebutkan bahwa dasar negara Indonesia adalah keseluruhan nilai yang dikandung Pancasila. mengamalkan Pancasila sebagai Dasar Negara mempunyai sifat imperatif/ memaksa, artinya setiap warga negara Indonesia harus tunduk-taat kepadanya. Siapa saja yang melanggar Pancasila sebagai Dasar Negara, ia harus ditindak menurut hukum, yakni hukum yang berlaku di Negara Indonesia.”
Pernyataan tersebut sesuai dengan posisi Pancasila sebagai sumber tertinggi tertib hukum atau sumber dari segala sumber hukum. Dengan demikian, segala hukum di Indonesia harus bersumber pada Pancasila, sehingga dalam konteks sebagai negara yang berdasarkan hukum (Rechtsstaat), Negara dan Pemerintah Indonesia ‘tunduk’ kepada Pancasila sebagai ‘kekuasaan’ tertinggi.
Dalam kedudukan tersebut, Pancasila juga menjadi pedoman untuk menafsirkan UUD 1945 dan atau penjabarannya melalui peraturan-peraturan operasional lain di bawahnya, termasuk kebijaksanaan-kebijaksanaan dan tindakan-tindakan pemerintah di bidang pembangunan, dengan peran serta aktif seluruh warga negara.
Oleh karena itu dapatlah dimengerti bahwa seluruh undang-undang, peraturan-peraturan operasional dan atau hukum lain yang mengikutinya bukan hanya tidak boleh bertentangan dengan Pancasila, sebagaimana dimaksudkan oleh Kirdi Dipoyudo (1979:107): “… tetapi sejauh mungkin juga selaras dengan Pancasila dan dijiwai olehnya …” sedemikian rupa sehingga seluruh hukum itu merupakan jaminan terhadap penjabaran, pelaksanaan, penerapan Pancasila.
Demikianlah tinjauan historis dan yuridis-konstitusional secara singkat yang memberikan pengertian bahwa Pancasila yang otentik (resmi/ sah) adalah Pancasila sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Pelaksanaan dan pengamanannya sebagai dasar negara bersifat imperatif/ memaksa, karena pelanggaran terhadapnya dapt dikenai tindakan berdasarkan hukum positif yang pada dasarnya merupakan jaminan penjabaran, pelaksanaan dan penerapan Pancasila.

3.      Tinjauan tentang sifat dasar Pancasila

Secara yuridis-konstitusional, Pancasila adalah dasar negara. Namun secara multidimensional, ia memiliki berbagai sebutan (fungsi/ posisi) yang sesuai pula dengan esensi dan eksistensinya sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Karena itu Pancasila sering disebut dan dipahami sebagai: 1 ) Jiwa Bangsa Indonesia; 2 ) Kepribadian Bangsa Indonesia; 3 ) Pandangan Hidup Bangsa Indonesia; 4 ) Dasar Negara Republik Indonesia; 5 ) Sumber Hukum atau Sumber Tertib Hukum bagi Negara Republik Indonesia; 6 ) Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia pada waktu mendirikan Negara; 7 ) Cita-cita dan Tujuan Bangsa Indonesia; 8 ) Filsafat Hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia.
Sebutan yang beraneka ragam itu mencerminkan kenyataan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang bersifat terbuka. Pancasila tidak bersifat kaku (rigid), melainkan luwes karena mengandung nilai-nilai universal yang praktis (tidak utopis) serta bersumber pada nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Maka keanekaragaman fungsi Pancasila tersebut merupakan konsekuensi logis dari esensinya sebagai satu kesatuan sistem filsafat (philosophical way of thinking) milik sendiri yang dipilih oleh bangsa Indonesia untuk dijadikan dasar negara (dasar filsafat negara atau philosophische gronslaag negara dan atau ideologi negara/ staatside). Pancasila diharapkan tidak dimengerti melulu sebagai indoktrinasi yang bersifat imperatif karena fungsi pokoknya, tetapi yang juga perlu diintenalisasi ke dalam batin setiap dan seluruh warga negara Indonesia karena ‘fungsi penyertanya’ yang justru merupakan sumber Pancasila sebagai dasar negara.
Dipandang dari segi hukum, kedudukan dan fungsi dasar negara dalam pengertian yuridis-ketatanegaraan sebenarnya sudah sangat kuat karena pelaksanaan dan pengamalannya sudah terkandung pula di dalamnya. Tetapi tidak demikian halnya dengan Pancasila secara multidimensional.

B.           MAKNA SILA-SILA PANCASILA

v   Arti dan Makna Sila Ketuhanan yang Maha Esa
1.Mengandung arti pengakuan adanya kuasa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan yang Maha Esa
2.Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.
3.Tidak memaksa warga negara untuk beragama.
4.Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama.
5.Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agamanya masing-masing.
6.Negara memberi fasilitator bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik agama.

v   Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
1. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan
2. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.
3. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah.

v   Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia
1.Nasionalisme.
2.Cinta bangsa dan tanah air.
3.Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia.
4.Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit.

v   Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
1. Hakikat sila ini adalah demokrasi.
2. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama.
3. Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama.

v   Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
1. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat.
2. Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing.
3. Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.

C.                 PANCASILA SEBAGAI PILIHAN BANGSA
Pancasilan telah disahkan secara yuridis konstitusional pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai dasar Negara RI.Pada masa Orde baru Pancasila melalui P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ), disamping dasar negara juga diberi sebutan pandangan hidup, perjanjian luhur bangsa, tujuan yang hendak di capai, moral pembangunan, kepribadian bangsa indonesia, dan lain-lain.

Setelah lahirnya repormasi di keluarkanlah ketetapan MPR RI no. XVIII/MPR/1998, berisi:
a.       Pengembalian fungsi pancasila sebagai dasar negara.
b.      Penghapusan P4.
c.       Penghapusan pancasila sebagai azas tungggal bagi organisasi sosial politik di indonesia.
Dan pancasila mempunyai fungsi yang tetap yaitu sebagai dasar negara dan juga sebagai ideologi bangsa dan negara.





BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Pancasila pada dasarnya adalah acuan seluruh warga negara indonesia dalam bertindak dan berpikir. Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan dan warganya. Pancasila sangat penting dalam mendukung peningkatan dan pemberdayaan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Sumber daya manusia merupakan kunci pembangunan. Jika Sumber daya manusia unggul maka segala aspek kehidupan akan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, karena Sumber daya manusia unggul mencerminkan manusia yang berjati diri sebagai pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila.
Pancasila memiliki nilai-nilai yang apabila diamalkan, dapat menjadi fondasi yang kuat pada pembangunan bangsa Indonesia. Secara teoristis, Pancasila merupakan nilai-nilai dasar yang merupakan gabungan dari nilai instrumental dan nilai praksis. Nilai instrumental Pancasila tercermin dalam UUD 1945 maupun hukum perundang-undangan lainnya. Sedangkan nilai praksis tercermin dalam sikap warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai itu bersifat abstrak, umum, dan relatif tidak berubah, namun maknanya selalu bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman. Karena Pancasila merupakan dasar untuk mengatur pemerintahan dan warganya, Pancasila memiliki peran sebagai paradigma pembangunan. Pembangunan sendiri memiliki arti upaya-upaya yang dilakukan bangsa untuk meningkatkan mutu dan taraf hidup masyarakat sehingga menjadi lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA
Sumarsono, dkk. 2004. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : PT. Gramedia Utama
Toyibin Aziz dan Kosasih Djahiri. 1997. Pendidikan Pancasila. Jakarta : Rineka Cipta

Karakteristik Kompetensi Guru Teladan

Karakteristik Kompetensi Guru >>> Jabatan guru adalah suatu jabatan profesi. Guru dalam tulisan ini adalah guru yang melakukan fungsinya disekolah. Dalam pengertian terssebut, telah terkandung suatu konsep bahwa guru professional yang bekerja melaksanakan funginya dan tujuan sekolah harus memiliki kompotensi-kompetensi yang dituntut agar guru mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Tanpa professional yang disebabkan oleh adanya perbedaan lingkungan social cultural dari setiap institusi sekolah sebagai indicator, maka guru yang dinilai kompeten secara professional, apabila:

  1. Guru tersebut mampu mengembang tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
  2. Guru tersebut mampu melaksanakan peranan-peranannya secara berhasil.
  3. Guru tersebut mampu berkerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan (tujuan instruksional) sekolah.
  4. Guru tersebut mampu melaksanakan peranannya dalam proses mengajar dan belajar dalam kelas.

Karakteristik itu akan ditinjau dari berbagai segi antara lain :

1. Tanggung jawab dan kompetensi guru
  • Tanggung jawab moral
  • Tanggung jawab dalam bidang pendidikan di sekolah
  • Tanggung jawab guru dalam bidang kemasyarakatan
  • Tanggung jawab dalam bidang keilmuan

2. Fungsi, peranannya guru, dan kompetensinya
  • Guru sebagai pendidik dan pengajar
  • Guru sebagai anggota masyarakat
  • Guru sebagai pemimpin
  • Guru sebagai pelaksana administrasi ringan
  • Kometensi guru model P3G

3 Peranan dan kompetensi guru dalam proses mengajar dan belajar

Keberhasilan guru melaksanakan peranannya dalam bidang pendidikan sebagian besar terletak pada kemampuan melaksanakan berbagai peranan yang bersifat khusus dalam situasi mengajar dan belajar.

PRINSIP MENGAJAR GURU PROFESIONAL DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU

PRINSIP MENGAJAR GURU PROFESIONAL DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU >>> Belakangan ini, saya sibuk dengan persiapan Tahun Ajaran Baru, sehingga saya kembali disibukkan mengolah bahan-bahan ajar, RPP SIlabus, Jadwal dan lain sebagainya. Maklumlah, karena saya jadi Kurikulum and saya masih baru di bidang ini, jadinya I have to push myself to do the best I can do. Well, melanjutkan postingan saya sebelumnya tentang Pengertian kompetensi Guru dan juga apa sih kompetensi itu menurut para ahli. 

Lanjut, Kompetensi profesional seorang guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar ia dapat melaksanakan tugas mengajarnya dengan berhasil. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, terdiri dari 3 (tiga) yaitu:
  1. kompetensi pribadi
  2. Kompetensi sosial
  3. Kompetensi profesional 
Keberhasilan guru dalam menjalankan profesinya sangat ditentukan oleh ketiganya dengan penekanan pada kemampuan mengajar.  
Dengan demikian, bahwa untuk menjadi guru profesional yang memiliki akuntabilitas dalam melaksanakan ketiga kompetensi tersebut, dibutuhkan tekad dan keinginan yang kuat dalam diri setiap guru atau calon guru untuk mewujudkannya. Sebagai seorang guru perlu mengetahui dan menerapkan beberapa prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, yaitu sebagai berikut :
  1. Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi.
  2. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.
  3. Guru harus dapat membuat urutan (sequence) dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik.
  4. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (kegiatan apersepsi), agar peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajarannya yang diterimanya.
  5. Sesuai dengan prinsip repitisi dalam proses pembelajaran, diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas. Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya.
  7. Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial, baik dalam kelas maupun diluar kelas.
  8. Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut.
  9. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan.
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat, guru tidak lagi hanya bertindak sebagai penyaji informasi, tetapi juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi. Dengan demikian keahlian guru harus terus dikembangkan dan tidak hanya terbatas pada penguasaan prinsip mengajar seperti yang telah diuraikan diatas.
Sekian dulu uraian kali ini, dan terimakasih sudah membaca artikel PRINSIP MENGAJAR GURU PROFESIONAL DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU ini, semoga bermanfaat, ditunggu yah komentarnya.

Thursday, June 28, 2012

KOMPETENSI GURU PROFESIONAL MENURUT AHLI SOEDIJARTO DAN COGAN (1997)

KOMPETENSI GURU PROFESIONAL MENURUT AHLI SOEDIJARTO DAN COGAN (1997) >>> Dalam beberapa postingan sebelumnya, kita sudah belajar tentang definisi atau pengertian dari kompetensi itu sendiri serta  keterampilan dasar mengajar guru profesional dan masih banyak lagi di kategori pendidikan dan guru. Lalu, sebagai rangkaian dari artikel itu kemudian saya lanjutkan dengan artikel Kompetensi Guru Profesional menurut para ahli. Langsung saja dimulai dari pak Soedijarto.

Menurut Soedijarto, Guru yang memiliki kompetensi profesional perlu menguasai antara lain :
  1. disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran,
  2. bahan ajar yang diajarkan,
  3. pengetahuan tentang karakteristik siswa,
  4. pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan,
  5. pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar,
  6. penguasaan terhadap prinsip-prinsip teknologi pembelajaran,
  7. pengetahuan terhadap penilaian, dan mampu merencanakan, memimpin, guna kelancaran proses pendidikan.

Sedangkan, Kompetensi guru menurut Cogan (1997) harus mempunyai :
  1. Kemampuan untuk memandang dan mendekati masalah-masalah pendidikan dari perspektif masyarakat global,
  2. Kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain secara koperatif dan bertanggung jawab sesuai dengan peranan dan tugas dalam masyarakat,
  3. Kapasitas kemampuan berpikir secara kritis dan sistematis,
  4. Keinginan untuk selalu meningkatkan kemampuan intelektual sesusai dengan tuntutan jaman yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Definisi Pengertian Kompetensi Guru | kompetensi pendidik profesional

Definisi Pengertian Kompetensi Guru | kompetensi  pendidik profesional >>>  Kali ini, kita akan kembali membahasas tentang Kompetensi, khususnya Kompetensi Guru atau Pendidik Profesional. Namun, terlebih dahulu kita harus tau apa sih yang dimaksud dengan Kompetensi itu sendiri? Yup, kata kompetensi berasal dari bahasa inggris, yakni “Competency” yang berarti kecakapan atau kemampuan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan) sesuatu (Djamarah, 1994 : 33). Guru merupakan kunci keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. Baik atau buruknya perilaku atau cara mengajar guru akan sangat mempengaruhi citra pendidikan. Oleh sebab itu, sumber daya guru ini harus dikembangkan baik melalui pendidikan dan pelatihan dan kegiatan lain agar kemampuan profesionalnya lebih meningkat, sehingga setiap guru memiliki kompetensi profesional. Dalam hal inilah guru perlu mengetahui dan memahami kompetensi sebagai guru, dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, peranan guru sangat penting sekali untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. Kita sadari, bahwa peran guru sampai saat ini masih eksis, sebab sampai kapanpun posisi atau peran guru tersebut tidak akan bisa digantikan sekalipun dengan mesin sehebat apapun, mengapa? Karena, guru sebagai seorang pendidik juga membina sikap mental yang menyangkut aspek-aspek manusiawi dengan karakteristik yang beragam dalam arti berbeda antara satu siswa dengan lainnya. Banyak pengorbanan yang telah diberikan oleh seorang guru semata-mata ingin melihat anak didiknya bisa berhasil dan sukses kelak. Tetapi perjuangan guru tersebut tidak berhenti sampai disitu, guru juga merasa masih perlu meningkatkan kompetensinya agar benar-benar menjadi guru yang lebih baik dan lebih profesional terutama dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar, tugas guru ini sangat berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. Hakikat profesi guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Walaupun pada kenyataannya masih terdapat hal-hal tersebut di luar bidang kependidikan.
    
Ciri seseorang yang memiliki kompetensi apabila dapat melakukan sesuatu, hal ini sesuai dengan pendapat Munandar bahwa, kompetensi merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Pendapat ini, menginformasikan dua faktor yang mempengaruhi terbentuknya kompetensi, yakni ; faktor bawaan, seperti bakat, dan faktor latihan, seperti hasil belajar. Definisi Pengertian Kompetensi Guru - kompetensi  pendidik profesional

Wednesday, June 27, 2012

MAKNA SILA-SILA PANCASILA | ARTI DAN MAKNA SILA-SILA PANCASILA

MAKNA SILA-SILA  PANCASILA: ARTI DAN MAKNA SILA-SILA PANCASILA >>> Dalam postingan sebelumnya, kita berbicara tentang Tinjauan Pancasila dari berbagai sudut dan pandangan, dan sebagai kelanjutan dari artikel tersebut, kita kemudian meneruskannya dengan memahami terlebih dahulu makna yang terkandung dalam Sila-Sila Pancasila. 

A. Arti dan Makna Sila Ketuhanan yang Maha Esa
  1. Mengandung arti pengakuan adanya kuasa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan yang Maha Esa
  2. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.
  3. Tidak memaksa warga negara untuk beragama.
  4. Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama.
  5. Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agamanya masing-masing.
  6. Negara memberi fasilitator bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik agama.

B. Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  1. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan
  2. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.
  3. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah.

C. Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia
  1. Nasionalisme.
  2. Cinta bangsa dan tanah air.
  3. Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia.
  4. Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit.
     
D. Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  1. Hakikat sila ini adalah demokrasi.
  2. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama.
  3. Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama.

E. Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  1. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat.
  2. Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing.
  3. Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.
Kalau kita melihat sekilas, terutama bagi yang dulunya sempat belajar tentang 45 butir-butir pancasila, maka kita akan menemukan suatu kemiripan di sini. Lah, kalau begitu mengapa butir2 pancasila sekarang sudah tidak diperdengarkan gaungnya lagi? apakah sudah tidak relevan dengan jaman sekarang? ataukah karena kita sudah melupakan nilai-nilai dari pancasila itu sendiri?

TINJAUAN PANCASILA DARI BERBAGAI SEGI: Historis, Yuridis-Konstitusional dan Sifat Dasar Pancasila

TINJAUAN PANCASILA DARI BERBAGAI SEGI: Historis, Yuridis-Konstitusional dan Sifat Dasar Pancasila >>> Mempelajari Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, ajaran tentang nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia adalah kewajiban moral seluruh warga negara Indonesia. Pancasila yang benar dan sah (otentik) adalah yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Hal itu ditegaskan melalui Instruksi Presiden RI No.12 Tahun 1968, tanggal 13 April 1968. Penegasan tersebut diperlukan untuk menghindari tata urutan atau rumusan sistematik yang berbeda, yang dapat menimbulkan kerancuan pendapat dalam memberikan isi Pancasila yang benar dan sesungguhnya.

Dalam rangka mempelajari Pancasila, Laboratorium Pancasila IKIP Malang (1986:9-14) menyarankan dua pendekatan yang semestinya dilakukan untuk memperoleh pemahaman secara utuh dan menyeluruh mengenai Pancasila. Pendekatan tersebut adalah pendekatan yuridis-konstitusional dan pendekatan komprehensif.

Pendekatan yuridis-konstitusional diperlukan guna meningkatkan kesadaran akan peranan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, dan karenanya mengikat seluruh bangsa dan negara Indonesia untuk melaksanakannya. Pelaksanaan Pancasila mengandaikan tumbuh dan berkembangnya pengertian, penghayatan dan pengamalannya dalam keseharian hidup kita secara individual maupun sosial selaku warga negara Indonesia.

Pendekatan komprehensif diperlukan untuk memahami aneka fungsi dan kedudukan Pancasila yang didasarkan pada nilai historis dan yuridis-konstitusional Pancasila: sebagai dasar negara, ideologi, ajaran tentang nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Telaah tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa selain merupakan philosphische grondslaag (Bld), dasar filsafat negara Republik Indonesia, Pancasila pun merupakan satu kesatuan sistem filsafat bangsa atau pandangan hidup bangsa (Ing: way of life; Jer: weltanschauung). Maka tinjauan historis dan filosofis juga dipilih untuk memperoleh pemahaman yang mengarah pada hakikat nilai-nilai budaya bangsa yang dikandung Pancasila sebagai suatu sistem filsafat. Pancasila adalah keniscayaan sejarah yang dinamis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kendati demikian, tinjauan filosofis tidak hendak mengabaikan sumbangan budi-nurani terhadap aspek-aspek religius dalam Pancasila (Lapasila, 1986:13-14): “Dengan tercantumnya Ketuhanan yang mahaesa sebagai sila pertama dalam Pancasila, Pancasila sebenarnya telah membentuk dirinya sendiri sebagai suatu ruang lingkup filsafat dan religi. Karena hanya sistem filsafat dan religi yang mempunyai ruang lingkup pembahasan tentang Ketuhanan yang mahaesa. Dengan demikian secara ‘inheren’ Pancasila mengandung watak filosofis dan aspek-aspek religius, sehingga pendekatan filosofis dan religius adalah konsekuensi dari essensia Pancasila sendiri yang mengandung unsur filsafat dan aspek religius. Karenanya, cara pembahasan yang terbatas pada bidang ilmiah semata-mata belum relevan dengan Pancasila.”

1.      Tinjauan Historis

Pembahasan historis Pancasila dibatasi pada tinjauan terhadap perkembangan rumusan Pancasila sejak tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan keluarnya Instruksi Presiden RI No.12 Tahun 1968. Pembatasan ini didasarkan pada dua pengandaian, yakni:
  • Telaah tentang dasar negara Indonesia merdeka baru dimulai pada tanggal 29 Mei 1945, saat dilaksanakan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
  • Sesudah Instruksi Presiden No.12 Tahun 1968 tersebut, kerancuan pendapat tentang rumusan Pancasila dapat dianggap tidak ada lagi.

Permasalahan Pancasila yang masih terasa mengganjal adalah tentang penghayatan dan pengamalannya saja. Hal ini tampaknya belum terselesaikan oleh berbagai peraturan operasional tentangnya. Tinjauan historis Pancasila dalam kurun waktu tersebut kiranya cukup untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang proses dan dinamika Pancasila hingga menjadi Pancasila otentik. Hal itu perlu dilakukan mengingat bahwa dalam membahas Pancasila, kita terikat pada rumusan Pancasila yang otentik dan pola hubungan sila-silanya yang selalu merupakan satu kebulatan yang utuh.

2.      Tinjauan Yuridis-Konstitusional

Meskipun nama “Pancasila” tidak secara eksplisit disebutkan dalam UUD 1945 sebagai dasar negara, tetapi pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 itu secara jelas disebutkan bahwa dasar negara Indonesia adalah keseluruhan nilai yang dikandung Pancasila. mengamalkan Pancasila sebagai Dasar Negara mempunyai sifat imperatif/ memaksa, artinya setiap warga negara Indonesia harus tunduk-taat kepadanya. Siapa saja yang melanggar Pancasila sebagai Dasar Negara, ia harus ditindak menurut hukum, yakni hukum yang berlaku di Negara Indonesia.”
Pernyataan tersebut sesuai dengan posisi Pancasila sebagai sumber tertinggi tertib hukum atau sumber dari segala sumber hukum. Dengan demikian, segala hukum di Indonesia harus bersumber pada Pancasila, sehingga dalam konteks sebagai negara yang berdasarkan hukum (Rechtsstaat), Negara dan Pemerintah Indonesia ‘tunduk’ kepada Pancasila sebagai ‘kekuasaan’ tertinggi.

Dalam kedudukan tersebut, Pancasila juga menjadi pedoman untuk menafsirkan UUD 1945 dan atau penjabarannya melalui peraturan-peraturan operasional lain di bawahnya, termasuk kebijaksanaan-kebijaksanaan dan tindakan-tindakan pemerintah di bidang pembangunan, dengan peran serta aktif seluruh warga negara.

Oleh karena itu dapatlah dimengerti bahwa seluruh undang-undang, peraturan-peraturan operasional dan atau hukum lain yang mengikutinya bukan hanya tidak boleh bertentangan dengan Pancasila, sebagaimana dimaksudkan oleh Kirdi Dipoyudo (1979:107): “… tetapi sejauh mungkin juga selaras dengan Pancasila dan dijiwai olehnya …” sedemikian rupa sehingga seluruh hukum itu merupakan jaminan terhadap penjabaran, pelaksanaan, penerapan Pancasila.

Demikianlah tinjauan historis dan yuridis-konstitusional secara singkat yang memberikan pengertian bahwa Pancasila yang otentik (resmi/ sah) adalah Pancasila sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Pelaksanaan dan pengamanannya sebagai dasar negara bersifat imperatif/ memaksa, karena pelanggaran terhadapnya dapt dikenai tindakan berdasarkan hukum positif yang pada dasarnya merupakan jaminan penjabaran, pelaksanaan dan penerapan Pancasila.

3.      Tinjauan tentang sifat dasar Pancasila 

Secara yuridis-konstitusional, Pancasila adalah dasar negara. Namun secara multidimensional, ia memiliki berbagai sebutan (fungsi/ posisi) yang sesuai pula dengan esensi dan eksistensinya sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Karena itu Pancasila sering disebut dan dipahami sebagai: 
  1. Jiwa Bangsa Indonesia; 
  2. Kepribadian Bangsa Indonesia; 
  3. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia; 
  4. Dasar Negara Republik Indonesia; 
  5. Sumber Hukum atau Sumber Tertib Hukum bagi Negara Republik  Indonesia; 
  6. Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia pada waktu mendirikan Negara; 
  7. Cita-cita dan Tujuan Bangsa Indonesia; 
  8. Filsafat Hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia.
Sebutan yang beraneka ragam itu mencerminkan kenyataan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang bersifat terbuka. Pancasila tidak bersifat kaku (rigid), melainkan luwes karena mengandung nilai-nilai universal yang praktis (tidak utopis) serta bersumber pada nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Maka keanekaragaman fungsi Pancasila tersebut merupakan konsekuensi logis dari esensinya sebagai satu kesatuan sistem filsafat (philosophical way of thinking) milik sendiri yang dipilih oleh bangsa Indonesia untuk dijadikan dasar negara (dasar filsafat negara atau philosophische gronslaag negara dan atau ideologi negara/ staatside). Pancasila diharapkan tidak dimengerti melulu sebagai indoktrinasi yang bersifat imperatif karena fungsi pokoknya, tetapi yang juga perlu diintenalisasi ke dalam batin setiap dan seluruh warga negara Indonesia karena ‘fungsi penyertanya’ yang justru merupakan sumber Pancasila sebagai dasar negara.

Dipandang dari segi hukum, kedudukan dan fungsi dasar negara dalam pengertian yuridis-ketatanegaraan sebenarnya sudah sangat kuat karena pelaksanaan dan pengamalannya sudah terkandung pula di dalamnya. Tetapi tidak demikian halnya dengan Pancasila secara multidimensional.