Sunday, April 29, 2012

TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENELITIAN | INSTRUMEN PENELITIAN

TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENELITIAN - Dalam melaksanakan penelitian, tentu saja kita sangat memerlukan instrumen penelitian untuk mendukung kelancaran dari penelitian dan menjadi kunci dasar empirical dari suatu penelitian. Berikut ini akan saya bagikan beberapa contoh instrumen yang biasa digunakan dalam penelitian, namun sebelum itu, sobat baca dahulu artikel terkait berikut ini:
  1. Prosedur Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
  2. Instrumen Observasi: Deskriptif dan Reflektif
  3. Analisis Kasus Negatif Penelitian Kualitatif
Berikut ini ada beberapa instrumen penelitian yang biasa digunakan yang diadatasi dari buku Asmani (2011:121) sebagai berikut:

1. Tes

Data dalam penelitian dibagi menjadi 3 yaitu fakta, pendapat dan kemampuan. Instrumen TES digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang kita teliti.

Tes dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar maupun pencapaian atau prestasi misalnya tes IQ, minat, bakat khusus dans sebagainya.

2. Wawancara

Wawancara adalah salah satu instrumen yang digunakan untuk menggali data secara lisan. Hal ini haruslah dilakukan secara mendalam agar kita mendapatkan data yang valid dan detail.

3. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (baca artikel saya tentang Instrumen Observasi: Deskriptif dan Reflektif).

4. Kuisioner atau Angket (Questionairre)

Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada para responden untuk dijawab.

Kuisioner merupakan instrumen pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variable yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari para responden .

5. Survey (survei)

Survei lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan perumusan kebijakan dan bukan untuk pengembangan. Oleh karena itu Survei tidak digunakan untuk menguji suatu hipotesis. Maka aneh apabila penelitian yang ada hipotesisnya tetapi menggunakan instrumen survei.

6. Analisis Dokumen

Analisis dokumen lebih mengarah pada bukti konkret. Dengan instrumen ini, kita diajak untuk menganalisis isi dari dokumen-dokumen yang dapat mendukung penelitian kita, contohnya analisis RPP dan SIlabus, apakah sudah koherence apa belum dengan proses belajar mengajar di kelas. 

Nah, semoga sobat belajar sekarang mudah untuk menentukan instrumen apa yang cocok untuk penelitian sobat.

Berikut sumber referensinya:

Asmani, J.M. 2011. Tuntunan Lengkap Metodologis Praktis Penelitian Pendidikan. Diva Press - Jakarta.

0 comments:

Post a Comment