Friday, March 16, 2012

DEFINISI atau PENGERTIAN KALIMAT LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG | CIRI-CIRI DAN CONTOH

Postingan sebelumnya, Jufry udah membagikan tentang Makna Denotasi dan Konotasi, juga tentang pengertian atau definisi dari Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif beserta ciri-ciri dan contohnya. Nah kali ini kembali membagikan tentang definisi atau pengertian dari Kalimat Langsung dan Kalimat Tak Langsung beserta ciri-ciri dan contohnya. Yuk kita menuju ke TKP.
A. Kalimat langsung
  • Kalimat Langsung adalah Kalimat yang secara cermat menirukan apa yang diujarkan orang.
  • Kalimat Langsung adalah Kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain dengan lngsung menirukan, mengutip atau mengulang kembali  ujaran dari sumber tersebut.
 Ciri-ciri Kalimat Langsung:
  • Bertanda petik dalam bahasa tertulis.
  • Intonasi: bagian kutipan bernada lebih tinggi dari bagian lainnya.
  • Berkemungkinan susunan :
  1. pengiring/kutipan
  2. kutipan/pengiring
  3. kutipan/pengiring/kutipan
  • Penulisan huruf awal kutipan dengan huruf kapital pada susunan cara ke-1, ke-2, dan kutipan pertama cara ke-3.
  • Bagian kutipan ada yang berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat perintah.
Contoh :
1.   Ayah menyuruh, “Antarkan surat ini ke kantor Bapak!” (pengiring/kutipan).
2. “Ayo, masuk satu-satu” gertak polisi kepada tiga orang pencopet yang baru saja tertangkap.
      (kutipan/pengiring).
 
B. Kalimat tak langsung
  • Kalimat Tak LAngsung adalah Kalimat yang melaporkan apa yang diujarkan orang.
  • Kalimat Tak Langsung adalah Ragam kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain yang diubah susunannya oleh penutur, tidak menirukan atau mengucapkan lagi langsung dari sumber lain itu.
Ciri-ciri Kalimat Tak Langsung:
  • Tidak bertanda petik.
  • Intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat.
  • Pelaku yang dinyatakan pada  isi kalimat langsung mengalami perubahan, yakni:
  1. kata ganti orang ke-1 menjadi orang ke-3.
  2. kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1.
  3. kata ganti orang ke-2 jamak atau kita menjadi kami atau mereka, sesuai dengan isinya.
  • Berkata tugas: bahwa, agar, sebab, untuk, supaya, tentang, dan sebagainya.
  • Bagian kutipan semuanya berbentuk kalimat berita.
 
Contoh :
  1. Ayah menyuruhku untuk mengantarkan surat ini ke kantornya.
  2. Polisi menggertak tiga orang pencopet yang baru saja tertangkap agar mereka masuk satu per satu.

0 comments:

Post a Comment