Friday, February 17, 2012

PENGERTIAN PARAGRAF DAN CIRI PARAGRAPF YANG BAIK

Pengertian Paragraf dalam Tulisan - Paragraf pada dasarnya adalah miniatur sebuah karangan. Kalau sebuah karangan mempunyai tujuan yang dinyatakan dalam tesis, paragraph mempunyai tujuan yang dinyatakan dalam kalimat topik. Seperti halnya sebuah karangan yang utuh, paragraf  juga harus mempunyai struktur yang jelas. Kalau karangan dikembangkan oleh uraian yang memadai, gagasan utama yang terkandung dalam setiap paragraf juga harus terurai tuntas. Dengan kata lain, proses pembuatan paragraf pun tidak jelas berbeda dengan proses pembuatan sebuah karangan (Pusat Bahasa.1990).  

Paragraf merupakan sarana menuangkan gagasan dengan arti kata segala sesuatu yang kita rasakan, berupa rangkaian kata, yang disusun dengan sebaik-baiknya dalam satu kesatuan bentuk sehingga gagasan kita dapat dipahami dengan mudah.
             
Menuangkan gagasan secara tertulis dapat kita analogikan dengan merangkai karangan bunga atau membingkiskan kado untuk orang lain. Karangan bunga atau bingkisan kado mewujudkan suatu gagasan, bingkisan gagasan itu harus merupakan karangan yang jadi utuh dan lengkap.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa paragraf mempunyai gagasan utama yang dituangkan dalam bentuk kalimat topik, bagi penulis merupakan pengendali isi paragraf. Gagasan utama haruslah ada dalam setiap paragraf yang baik.Tidak demikian halnya dengan kalimat topik meskipun memuat gagasan utama, hal ini tidak berarti bahwa kalimat topik harus ada dalam setiap paragraf. Dengan kata lain, tidak semua gagasan utama perlu dituangkan dalam kalimat topik.     

Ciri-ciri Paragraf yang Baik -- Sekurang-kurangnya ada lima ciri paragraf yang baik. Kelima ciri ini adalah kesatuan , Kepaduan, ketuntasan, konsistensi sudut pandang, dan keruntunan. Paragraf dapat dikatakan baik apabila kelima ciri itu secara keseluruhan terdapat di dalamnya.

         1) Kesatuan
             
Paragraf yang baik haruslah memiliki  satu gagasan  utama. Artinya, dalam paragraf mungkin terdapat beberapa gagasan tambahan, tetapi gagasan-gagasan itu harus terfokus pada satu gagasan utama sebagai pengendali. Jika prinsip ini dipenuhi, paragraf itu telah memenuhi ciri kasatuan.
             
Kesatuan dalam sebuah paragraf hanya akan terbentuk apabila informasi-informasi dalam paragraf itu tetap dikendalikan oleh gagasan utama. Agar hal ini dapat dicapai, penulis harus senantiasa mengevaluasi apakah kalimat-kalimat yang ditulisnya itu erat hubungannya, apakah kalimat-kalimat itu harus dihilangkan atau disajikan secara khusus, misalnya menjadi sisipan dalam kalimat lain. 

       2) Kepaduan
             
Paragraf  dapat dikatakan baik tidak saja karena gagasan utamanya tunggal, tetapi juga karena kalimat-kalimat di dalam paragraf itu terjalin secara logis dan gramatikal. Dengan demikian, kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf  itu terpadu, berkaitan satu sama lain, untuk mendukung gagasan utama. Dengan kaitan seperti itu, pembaca akan dapat mengikuti maaksud penulis setapak demi setapak dengan perpindahan dari satu kalimat ke kalimat berikutnya secara enak tanpa ada lompatan-lompatan pikiran. Boleh jadi sebuah paragraf  sudah memenuhi syarat kesatuan, tetapi belum dapat disebut sebagai paragraf  yang baik apabila belum memenuhi syarat kepaduan ini.
             
Untuk membangun kepaduan paragraf, dapat digunakan kata kunci dan sinonim, pronominal, kata transisi, dan struktur yang paralel.   
                  
       3) Ketuntasan
             
Paragraf yang baik adalah paragraf  yang tuntas. Artinya, di dalam paragraf itu telah tercakup semua yang diperlukan untuk mendukung gagasan utama. Ini berarti pula bahwa yang baik harus telah dikembangkan demikian rupa sehingga pembaca tidak bertanya-tanya tentang maksud penulis dalam paragraf itu.
            
Seberapa jauh ketuntasan pengembangan paragraf itu?. Bisa jadi sebuah paragraf amat panjang tetapi belum tuntas, bisa jadi pula paragraf itu cukup pendek tetapi sudah tuntas. Yang penting adalah bahwa setelah membaca paragraf itu, pembaca mendapat informasi yang lengkap tentang isi paragraf itu. Ingatlah bahwa yang penting di dalam paragraf adalah adanya gagasan utama yang biasanya dinyatakan dalam kalimat topik. Perhatikan contoh berikut ini.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah penyebaran demam berdarah. Salah satu cara adalah memberantas tempat berkembang biak nyamuk deman berdarah. Seperti kita ketahui bersama, nyamuk deman berdarah biasanya berkembang biak di air yang menggenang. Oleh karena itu, benda-benda yang dapat menampung air harus dikubur dalam tanah, bak-bak penampungan air harus ditutup rapat, dan selokan-selokan yang mampat harus dialirkan. Dengan demikian, nyamuk-nyamuk itu tidak akan mempunyai sarang untuk berkembang biak.
        
4) Keruntutan

Urutan penyajian informasi dalam paragraf yang baik mengikurti tata urutan tertentu. Ada berapa model   urutan penyajian informasi dalam pargaraf dan tiap-tiap paragraf dan tiap-tiap model mempunyai kelebihan masing-masing. Model-model urutan itu adalah urutan waktu, urutan tempat, urutan umum-khusus, urutan khusus-umum, urutan pertanyaan-jawaban, dan urutan sebab-akibat. Masing-masing model urutan akan dibicarakan secara rinci dalam bagian yang membicarakan jenis-jenis dan pengembangan paragraf. Untuk menjelaskan keruntutan ini, pada bagian ini hanya dicontohkan dua keruntutat saja, yaitu keruntutan atas urutan tempat dan keruntutan atas urutan waktu.

Yang disebut prinsip keruntutan pada dasarnya adalah menyajikan informasi secara urut, tidak melompat-lompat sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran penulis. Untuk paragraf itu yang menggunakan model urutan tempat, misalnya, maka hendaklah informasi tentang objek itu disajikan secara horizontal, seolah-olah pandangan mata penulis bergerak dari kiri ke kekanan, atau sebaliknya atau bisa juga secara vertikal dari bawah ke atas atau sebaliknya. Yang penting adalah bahwa informasi disajikan secara berurut berdasarkan dimensi ruang.

0 comments:

Post a Comment