Saturday, February 18, 2012

PENGANTAR PENULISAN KARYA ILMIAH

PENGANTAR PENULISAN KARYA ILMIAH


1. Karakteristik Karya Ilmiah
        Teknik Penulisan
        Sistematika
        Format
        Ejaan
        Keterbacaan
        Materi Bahasa
        Struktur Paparan
        Gagasan
        Proposisi
        Penalaran
        Argumen
        Otensitas
        Sumber
        Referensi
        Evidensi

2. Profil Kemampuan Menulis Karya Ilmiah
        Mampu menerapkan: teknik penulisan
        Sistematika
        Format
        Ejaan
        Mampu menyusun: keterbacaan
        Materi Bahasa
        Struktur Paparan
        Mampu menyusun: gagasan
        Proposisi
        Penalaran
        Argumen
        Mampu menemukan: otensitas
        Sumber
        Referensi
        Evidensi

3. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menemukan Masalah
        Prinsip dasar penemuan masalah
        what do i know about?
        what am i interested in?
        Permasalahan adalah subjek.
        Permasalahan bukan sekedar konstelasi, tetapi pada
        construct,
        concept, dan
        variables
        Penentuan permasalahan berdasar atas the
        criterion of interest,
        the economic criterion,
        the investigator’s ability, and
        the criterion uniqueness.
        Permasalahan ada karena
  1.  
    1. yang seharusnya dengan yang ada
    2. apa yang diperlukan dengan yang tersedia
    3. harapan dengan kenyataan

Beberapa teknik menemukan masalah dan menentukan topik tulisan keilmuan:
  1.  
    1. eksplorasi fakta keilmuan dan atau kejadian sekitar
    2. eksplorasi isu-isu keilmuan aktual
    3. pemanfaatan informasi hasil membaca

4. Judul
Judul merupakan rumusan keseluruhan isi wacana dalam sebuah “formula” yang merupakan cerminan langsung dari tema dan seluruh pokok pikiran dalam wacana.

Kategori rumusan judul:
  1. formula eksistensial: substansi, fungsi, konteks
  2. formula fungsional: substansi, analogi, konteks, implementasi, aplikasi
  3. formula tematik: konteks, implikasi, aplikasi, historis, spesifikasi, latar
  4. formula klasifikatorik: relevansi substansi, relevansi aspek

Judul merupakan rumusan keseluruhan isi wacana dalam sebuah “formula” yang merupakan cerminan langsung dari tema dan seluruh pokok pikiran dalam wacana.

Kategori rumusan judul:
  1. Formula eksistensial: substansi, fungsi, konteks
  2. Formula fungsional: substansi, analogi, konteks, implementasi, aplikasi
  3. Formula tematik: konteks, implikasi, aplikasi, historis, spesifikasi, latar
  4. Formula klasifikatorik: relevansi substansi, relevansi aspek

5.      Latar Belakang
1.      Paradigma Latar Belakang
        Mengapa penulisan dilakukan?
        Apa latar belakang sosial budayanya?
        Bagaimana relevansi penulisan dengan subjek?
        Adakah penulisan sebelumnya?
        Adakah informasi yang relevan?
2.      Area isi Uraian
        Paparan akan pentingnya judul
        Paparan akan bermanfaatnya judul
        Gambaran umum terhadap masalah yang dibahas
        Penegasan pada pembaca bahwa masalah yang dibahas memang penting dan perlu diketahui pembaca
3.      Teknik Menguraikan Latar Belakang
        Telaah kasus negatif
        Telaah kasus positif dikaitkan dengan masalah tulisan
        Kutipan menarik dari opini pakar, slogan atau idiom tertentu dikaitkan dengan masalah yang akan dibahas
        Informasi familier bagi pembaca
4.      Profil Latar Belakang
        Isu terkini terkait dengan topik
        Pendapat ahli/teori
        Pendapat umum
        Hasil penelitian
        Pertanyaan retorik

6.      Asumsi dan Hipotesis
        Paradigma
        asumsi merupakan landasan berpikir
        hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang harus diuji secara empirik
        Tidak semua penulisan memerlukan asumsi dan hipotesis
        Profil
        memiliki asumsi yang mendasar, baik asumsi faktual maupun konseptual
        memiliki hipotesis, baik dikemukakan secara formal atau secara alamiah

7. Ruang Lingkup
        Paradigma ruang lingkup
        merupakan konstelasi sistem
        dapat difokuskan pada jaringan aspek/komponen subjek, variabel terpilih, atau konstruk dominan
        Profil ruang lingkup
        mengidentifikasi masalah dengan akurat
        substansi masalah merupakan sebuah konstruk subjek
        ruang lingkup merupakan konstelasi variabel
        masalah dibatasi secara spesifik
        Paradigma
        menjawab permasalahan melalui proyeksi hasil yang jelas
        menjawab ruang lingkup permasalahan

8. Tujuan Penulisan
        Paradigma
        menjawab permasalahan melalui proyeksi hasil yang jelas
        menjawab ruang lingkup permasalahan
        tujuan harus realistik dan terukur (meassurable)

        Profil
        menjawab masalah yang telah dirumuskan
        memiliki dasar asumsi dan hipotesis (jika diperlukan)
        menggambarkan hasil yang jelas
        ketercapaian tujuan realistis dan terukur

9. Manfaat Penulisan
            Terkait dengan kegunaan dari hasil penelitian, baik untuk civitas akademik maupun masyarakat.

10. Asumsi dan Hipotesis
        Paradigma
        asumsi merupakan landasan berpikir
        hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang harus diuji secara empirik
        tidak semua penulisan memerlukan asumsi dan hipotesis
        Profil
        memiliki asumsi yang mendasar, baik asumsi faktual maupun konseptual
        memiliki hipotesis, baik dikemukakan secara formal atau secara alamiah



0 comments:

Post a Comment