Sunday, February 12, 2012

PENDIDIKAN KEAGAMAAN SEBAGAI BAGIAN KURIKULUM


Pendidikan keagamaan sebagai bagian kurikulumPencantuman pendidikan agama dalam kurikulum pendidikan nasional memberinya kedudukan kuat, meskipun juga tidak tanpa problematik. Untuk itu di bawah ini dibahas mengenai keuntungan dan problematika pengintegrasian Pendidikan Agama Sebagai Bagian dari Kurikulum:

a.       Keuntungan :
Obyektif agama merupakan nilai yang mendasar dan sangat tinggi, meskipun tidak selalu dirasakan sebagai kebutuhan sejati, apa lagi oleh para siswa. Dengan masuknya pendidikan keagamaan ke dalam kurukulum, para siswa mendapat apa yang obyektif mereka butuhkan, juga bila mereka tidak merasakannya demikian. Mereka belum cukup “dewasa” untuk memahami segalanya dan dengan demikian juga belum mampu mengambil keputusan sendiri, apa yang perlu mereka pelajari, dan apa yang kurang atau tidak perlu. Maka orang dewasa dengan pengetahuan dan pengalamannya yang lebih banyak, tidak hanya pribadi, melainkan berkat warisan dan tradisi kebijaksanaan umat manusia, bertanggung jawab dan berwewenang untuk menentukan apa yang dibutuhkan oleh para siswa, dan sejauh perlu juga dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. Termasuk di dalamnya, ialah pendidikan keagamaan.

b.      Problematik :
1)  Ciri khas agama, apa lagi dimensi personal iman Kristiani yang adalah misteri, menuntut keyakinan iman dan kebebasan penghayatan yang tidak boleh ”dipaksakan” dari luar. Dapatkah agama, khususnya pendidikan iman diperlakukan dan dinilai seperti bahan kajian bidang studi lainnya?

2)  Selain itu pengalaman dengan praktek dalam masyarakat majemuk menunjukkan problematik pelaksanaan pendidikan keagamaan, terutama di sekolah swasta agama tertentu, di mana ada siswa, guru dan karyawan yang memeluk agama lain daripada agama sekolah itu. Di satu pihak perlu dibina ciri khas keagamaan sekolah yang bersangkutan, di lain pihak juga perlu diperhatikan kebebasan beragama dan kebebasan hati nurani, bahkan menurut ajaran Gereja sendiri (bdk. Nostra Aetate), biarpun juga tetap perlu dibedakan antara hak di satu pihak dan pelaksanaan hak di pihak lain, dalam situasi konkrit tertentu.

0 comments:

Post a Comment