Sunday, January 22, 2012

PENGERTIAN BELAJAR | DEFINISI BELAJAR MENURUT AHLI


Pengertian Belajar - Cronbach (1954) berpendapat : “Learning is shown by a change in behaviour as result of experience”; belajar dapat dilakukan secara baik dengan jalan mengalami.
            Menurut Spears:”Learning is to observa, to read, to imited, to try someting themselves, to listen, to follow direction”, dimana pengalaman dapat diperoleh dengan mempergunakan pancaindra.
            Robert M. Gagne dalam bukunya : The Conditioning of learning mengemukakan bahwa :”Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a periode time, and wich is not simply ascribable to process of growth.” Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus-menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dari dalam diri, dan keduanya saling berinteraksi. Dalam teori psikologi, konsep belajar Gagne ini dinamakan perpaduan antara aliran behaviorisme dan aliran instrumentalisme.
            Lester D. Crow and Alice Crow mendefinisikan : “Learning is the acquisition of habits, knoledge and attitudes”. Belajar adalah upaya untuk memperoleh kebiasaan, pengetahuan dan sikap.
            Hudgins Cs (1982) berpendapat hakikat belajar secara tradisional belajar dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan dalam tingkah laku, yang mengakibatkan adanya pengalaman.
Jung (1968) mendefiniskan bahwa belajar adalah suatu proses di mana tingkah laku dari suatu organisme dimodifikasi oleh pengalaman.
            Ngalim Purwanto (1992: 84) mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
            Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah segenap rangkaian kegiatan arau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indra dan pengalamannya. Oleh karena itu, apabila telah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif, adalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.
            Pada dasarnya prisisp belajar lebih dititikberatkan pada aktivitas peserta didik yang menjadi dasar proses pembelajaran, baik pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), maupun Tingkat Perguruan Tinggi.

0 comments:

Post a Comment