Thursday, January 26, 2012

Penemuan Osilasi Madden Julian (MJO) | Ekologi Laut Tropis


Penemuan Osilasi Madden Julian(MJO)Osilasi Madden-Julian (MJO) adalah sebuah pola khatulistiwa anomali curah hujan yang dalam skala planet.MJO ditandai ditingkatkan dan ditekan oleh curah hujan tropis, diamati terutama di atas Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Anomali curah hujan yang biasanya pertama kali terlihat di bagian barat Samudera Hindia, dan tetap jelas seperti mengalir di atas air laut yang sangat hangat dari barat dan pusat tropis Pasifik. Pola curah hujan tropis yang menyebabkan gelombang energi tersebut terlihat jelas ketika bergerak di atas air laut timur Pasifik, tetapi muncul atas tropis Atlantik dan Samudera Hindia. Tahap yang basah ditingkatkan konveksi dan curah hujan diikuti oleh fase kering.


Tahun 1971 Rolland Madden dan Paul Julian menemukan suatu osilasi 40-50 hari ketika menganalisa anomali zona angin di daerah tropis Pasifik. Mereka menggunakan pencatatan 10 tahunan tekanan di Kanton (pada 2,8°S di Pasifik) dan angin upper-level di Singapura. Osilasi permukaan dan angin upper-level ditetapkan di Singapura. Hingga awal 1980-an, Madden-Julian Oscillation (MJO) dikenal sebagai penemu osilasi MJOdan beberapa ilmuwan mempertanyakan kesignifikanannya penemuan ini. Sejak peristiwa El-Nino 1982-1983, ada variasi frekuensi rendah di daerah tropis, keduanya dalam skala waktu intra-musiman (kurang dari satu tahun) dan inter-musiman (lebih dari satu tahun), sehingga MJo terpublikasi dan dikenal masyarakat dunia.

MJO biasanya terjadi pada hari 30-60 atau hari 40-50, menghasilkan fluktuasi utama intra-musiman yang menjelaskan variasi-variasi cuaca di daerah tropis. MJO mempengaruhi seluruh troposfer daerah tropis bahkan lebih jelas di Samudera Hindia dan di barat Samudera Pasifik. MJO meliputi variasi-variasi dalam hal angin, suhu permukaan laut (SST), perawanan dan curah hujan. Dikarenakan kebanyakan curah hujan di tropis konvektif, dan awan tinggi konvektif sangat dingin (emitting little longwave radiation.


Daerah yang dipengaruhi MJO suhu muka lautnya meningkat seiring dengan perjalanan arus laut ke timur sehingga berdampak pada tingginya penguapan air laut. Proses selanjutnya terjadi gerakan uap air secara vertikal dan membentuk beberapa cluster awan hujan yang bergerak ke timur dengan kecepatan 5–10 m/s. Satu hal penting yang perlu diketahui, awan ini mengandung air sangat banyak serta mempunyai periode ulang 30 sampai 90 hari yang berarti dalam kisaran waktu tersebut akan terjadi peningkatan hujan di kawasan-kawasan yang dilaluinya. Namun perlu diingat, MJO hanya akan berpengaruh terhadap peningkatan hujan di Indonesia ketika posisi matahari di sebelah selatan khatulistiwa. (AJM)

0 comments:

Post a Comment