Saturday, January 21, 2012

Hubungan Metologi Mengajar dengan Tipe Belajar

Hubungan Metologi Mengajar dengan Tipe Belajar - Beberapa metode mengajar yang telah penulis uraikan di atas sebaiknya dikuasai dan divariasikan oleh pendidik, dengan tujuan pada saat mengajar dipraktikkan langsung, mencerna dan mengerti. Sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti adanya perubahan tingkah laku yang positif yaitu dari tidak tahu menjadi tahu, wawasannya lebih luas, tutur katanya lebih sopan serta gaya hidupnya lebih intelek.
      Metode mengajar jelas erat hubungannya dengan tipe belajar peserta didik, karena dalam proses belajar mengajar yang baik adalah apabila terjadi interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Untuk itu, pendidik harus dapat menciptakan situasi yang nyaman, membangkitkan semangat belajar, menggairahkan dan membuat siswa antusias untuk belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Bagaimana cara menciptakannya? Perhatikan tipe belajar terbanyak dari siswa yang kita ajar. Jika tipe belajar terbanyak adalah bertipe belajar auditif maka akan tepat jika menggunakan metode ceramah atau mendengarkan kaset tetapi diselingi juga dengan menunjukkan gambarnya (demonstrasi), dapat juga dengan memutarkan filmnya agar siswa dapat melihat (visual) dengan jelas apa yang terjadi. Dengan harapan peserta didik dalam kelas yang tipe belajarnya beragam tersebut, dapat menyimak dan memperhatikan sehingga terjadilah proses belajar mengajar dan terdapat interaksi dari keduanya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh di bawah ini.
Seorang peserta didik baru saja menerima sebuah bingkisan hadish berupa kotak, setelah peserta didik membukanya ternyata kotak tersebut berisi rumah boneka Berbie dalam keadaan terurai terdiri dari 25 bagian yang terpisah-pisah, dilengkapi dengan buku petunjuk setebal 20 halaman untuk membantu peserta didik merangkai rumah Berbie tersebut.
Ø  Bagaimana peserta didik mengatasi hal tersebut?
Ø  Apakah peserta didik membaca buku tersebut serta bingung dan tidak jelas sampai ia melihat ilustrasinya dan mulai menyambung bagian-bagiannya?
Ø  Atau kah sebaliknya, peserta didik merasa bingung dengan rangkaian bagian-bagian itu?
Ø  Akan tetapi, setelah peserta didik membaca buku petunjuk, semuanya menjadi sangat jelas?
·         Jika peserta didik membaca ilustrasi dan akhirnya menjadi jelas bagi peserta didik, maka kemungkinan besar peserta didik tergolong pelajar Visual.
·         Dikarenakan pendidik tahu tipe belajar siswa yaitu bertipe belajar visual, maka alangkah baiknya pendidik tahu tipe belajar siswa yaitu bertipe belajar visual, maka alangkah baiknya pendidik menjelaskan materi dengan metode ceramah, dengan menggunakan slide atau dengan menggunakan modul.
·         Jika peserta didik tidak dapat menyelesaikan dalam merangkai bagaian-bagian tersebut melalaui buku petunjuk ataupun melalui gambarnya kemudian peserta didik menelpon temannya yang memberikan hadiah tadi dan mejelaskannya melalui telpon bagaimana cara merangkainya dan akhirnya menjadi jelas, maka ini berindikasi bahwa peserta didik tergolong pelajar auditif.
·         Dikarenakan peserta didiknya bertipe auditif, maka sebaiknya pendidik pada saat mengajar menggunakan metode ceramah, memutarkan kaset, atau divariasikan antara metode ceramah dengan tanya jawab.
·         Jika terlihat peserta didik dalam memulai penyelesaian dengan bagian-bagian tersebut secara fisik, mungkin peserta didik tergolong pelajar taktik. Dalam hal ini pendidik harus banyak menggunakan metode demonstrasi, di samping metode ceramah atau divariasikan dengan metode latihan ketrampilan.

0 comments:

Post a Comment