Saturday, January 28, 2012

Cara Pengisian Format RPP BERKARAKTER

Cara Pengisian Format RPP :
1.      Identitas  : Cukup Jelas.
2.      Standar Kompetensi: Mengambil dari Standar Kompetensi dalam Silabus / Standar Isi yang sesuai.
Standar Kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang diharapkan dicapai pada  setiap kelas dan/semester pada suatu mata pelajaran.

3.      Kompetensi Dasar: Mengambil dari Kompetensi dasar dalam Silabus / Standar Isi yang sesuai dengan SK.
Kompetensi Dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

4.      Indikator: Mengambil dari Silabus yang sesuai dengan SK dan KD.
Indikator Pencapaian Kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator Pencapaian Kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. 

5.      Tujuan Pembelajaran:  tujuan yang ingin dicapai dari Proses Pembelajaran .
Tujuan Pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6.      Materi  Ajar.
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir – butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7.      Alokasi Waktu.
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.

8.      Metode Pembelajaran.
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas I sampai dengan kelas III. Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran seperti Sharing , Tanya Jawab (percakapan) , Penugasan , Renungan ,Menyanyi , Cerita Peneguhan , Mewarnai Gambar , Diskusi , Ceramah , Pengamatan (Observasi) , Demonstrasi / Peragaan , Modelling (Pemodelan) , Bagian – bagian keseluruhan (Part – part whole) , Saling menilai sesama teman (Resisfrocal)  , (Tatap Muka , Terstruktur , Mandiri), Belajar dengan berpasangan , Kelompok belajar mandiri , Belajar bersama beregu , Kelompok Belajar sistem “pakar” , Kelompok kerjasama dalam tes , Regu Proyek , Kompetisi beregu , Proyek satu kelas , dsb.

9.      Nilai Kemanusiaan: Nilai kemanusiaan yang diperjuangkan dalam mempelajari materi ajar yang diajarkan yang berupa Nilai Kehidupan Universal seperti : Damai (peace) ; Hormat (respect) dan santun ; Kerjasama (cooperation) , Kasih sayang dan Kepedulian ; Bebas (freedom) , Bahagia (happiness) ; Jujur (honesty) / Kejujuran ; Rendah hati (humility) , Cinta (love) Tuhan dan alam semesta beserta segala isinya ; Tanggung Jawab (responsibility) , disiplin dan kemandirian ; Sederhana (simplicity) ; Toleran (tolerance) ; Kesatuan (unity) ; Keadilan dan Kepemimpinan ; Percaya diri , kreatif , kerja keras dan pantang menyerah ; dsb.

10.  Langkah – langkah / Kegiatan pembelajaran :

a.        Pendahuluan.
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkanb motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Dalam Kegiatan pendahuluan, guru :
1)      Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
2)      Mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi  yang akan dipelajari.
3)      Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
4)      Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

b.        Kegiatan Inti.
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memeberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini menggunakan medote yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

1)      Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
a)        Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber.
b)        Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain.
c)        Memfasilitasi terjadinya interaksi antar perserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
d)       Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran dan,
e)        Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

2)      Elaborasi.
Dalam kegiatan elaborasi guru :
a)      Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas – tugas tertentu yang bermakna.
b)      Memfasilitasi peserta didik melalui pembagian tugas, diskusi, dan lain – lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tulisan.
c)      Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut.
d)     Memfasilitasi peserta didik dalam belajar kooperatif dan kolaboratif.
e)      Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar.
f)       Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok.
g)      Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan.
h)      Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri.

3)      Konfirmasi.
Dalam kegiatan konfirmasi guru :
a)        Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik.
b)        Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber.
c)        Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.
d)       Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakana dalam mencapai kompetensi dasar :
(1)   Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar.
(2)   Membantu menyelesaikan masalah.
(3)   Memberi ucapan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi.
(4)   Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh.
(5)   Memberi motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c.         Kegiatan Penutup.
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
Dalam kegiatan penutup guru :
1)      Bersama – sama dengan peserta didik dan / atau sendiri membuat rangkuman / kesimpulan pelajaran.
2)      Melakukan penilaian dan / atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.
3)      Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
4)      Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling dan / atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
5)      Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

11.  Penilaian hasil belajar.
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran..
Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengungkapan sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan / atau produk , portofolio, dan penilaian diri.

12.  Refleksi.
Refleksi dengan cara kembali ke pengalaman untuk membuat analisis yang lebih dalam dan lebih mendetail, mencari maknanya, dan mengarah kepada perkembangan lebih lanjut.
Menggunakan daya ingat, pemahaman, daya khayal, dan perasaan untuk menangkap makna dan nilai hakiki dari hal yang sedang dipelajari.Menggunakan hubungan dengan segi – segi lain dari pengetahuan dan kegiatan insani, dan menghargai implikasi – implikasinya dalam mencari kebenaran.

(a)    Cara Refleksi :
1)      Dengan memahami kebenaran yang dipelajari secara lebih baik.
2)      Dengan mengerti sumber – sumber perasaan dan reaksi yang dialami dalam menelaah sesuatu.
3)      Dengan memperdalam pemahaman tentang implikasi yang telah dimengerti bagi diri sendiri dan bagi orang lain.
4)      Dengan mengusahakan mencapai makna untuk diri pribadi, tentang kejadian – kejadian, ide – ide, kebenaran atau pemutarbalikan dari kebenaran.
5)      Dengan melalui memahami siapa diri dan bagaimana seharusnya sikap terhadap orang lain.

b.       Tujuan Refleksi :
1)      Membentuk kepedulian dan hati nurani.
2)      Menemukan maksud / tujuan dan nilai suatu proses belajar.
3)      Menemukan hubungan – hubungan dengan pengetahuan lain.
4)      Menyempurnakan suatu maksud dan tujuan.
5)      Membentuk sikap, nilai, kepercayaan, idealisme, cara berpikir, dan visi.

c.         Refleksi meningkatkan perkembangan: Emosional, Pengetahuan, Kemampuan Kerja, Nilai, Rasa Sosial, Spiritual, Kemandirian, Pengalaman, Idealisme, Visi, Arah dan Tujuan, Semangat, Keputusan, dan Kebebasan.

d.        Beberapa jenis refleksi.
1)      Refleksi makna, nilai, manfaat atau bahan ajar.
Misalnya dalam bidang studi fisika kepada siswa yang sedang mempelajari lensa dapat ditanyakan apa manfaat lensa (mikroskop, teleskop, proyektor), bagaiamana dimanfaatkan dalam masyarakat, apa manfaatnya bagi kepentingan umum, bagaimana dapat disalah gunakan. Dalam bidang studi biologi kepada siswa yang sedang mempelajari sel (virus, inti se, DNA, RNA) dapat ditanyakan bagaimana pengetahuan mengenai bahan tersebtu dapat dimanfaatkan (penanggulangan penyakit, AID, Cloning). Siswa dapat dibantu kliping yang sesuai dari koran, majalah, tayangan TV mengenai manfaat, nilai, atau penyalah gunaan.

2)      Refleksi dampak sosial.
Dalam mempelajari pembangunan kepada siswa dapat ditanyakan mengenai dampak sosial hasil pembangunan (pendirian suatu pabrik, bendungan, listrik masuk desa, TV). Dapat ditanyakan dampak positif, dampak negatif, bagaimana manfaat dampak positif, dan menanggulangi dampak negatif. Dapat direfleksikan sikap tepat terhadap kemajuan IPTEK dan pembangunan.

3)      Refleksi Kritis Bahan Ajar.
Dalam mempelajari bidang studi sejarah, PKn, sosiologi  kepada siswa dapat ditantang untuk melihat argumen yang tidak pas, asumsi yang tersembunyi, kesimpulan yang terlalu luas atau terlalu sempit.

4)      Refeksi Profesi yang berhubungan dengan bahan ajar misalnya dalam mempelajari ekonomi, dapat ditanyakan profesi mana saja yang menggunakan ilmu ekonomi / akuntansi. Refleksi mengenai bagaimana pribadi yang profesional.

5)      Refleksi untuk ikut serta mencari pemecahan masalah – masalah masa kini. Dalam bidang geografi, sosiologi dapat ditantang untuk mencari solusi mengenai kemiskinan, urbanisasi, masalah glandangan, masalah demokrasi, masalah kebebasan pers, kerusakan lingkungan, korupsi, kekerasan dsb.

6)      Refleksi pengalaman hidup. Siswa kelas I diminta untuk mengingat – ingat waktu mendaftarkan diri di sekolah dan diberi pertanyaan : apakah orangtua ikut membantu, apakah orangtua mendorong  supaya masuk sekolahnya sekarang, atau menganjurkan sekolah ditempat lain, ..............  Pertanyaan lain : apakah sekarang merasa mantap / kecewa / kurang sesuai, ................  Dari pengalaman itu makna apa yang dapat ditarik ? Berdasarkan pengalaman itu apa yang akan dilakukan pada masa yang akan datang ?

7)      Refleksi Iman.
Pertanyaan – pertanyaan yang dapat membantu : Kalau kamu membayangkan Allah, seperti apakah Dia ? Apakah kamu pernah berdoa khusuk ? Kapan terjadinya, dalam kesempatan apa dan bagaimana ceriteranya ? Apakah kamu pernah merasa doa kamu dikabulkan ? Dalam kesempatan apa, bagaimana ceriteranya ? Apakah kamu pernah dibimbing oleh Tuhan ? Dianugerahi oleh- Nya ?

13.  Aksi.
Aksi mengacu kepada pertumbuhan batin manusia yang didasarkan pada pengalaman yang sudah direfleksikan. Dua tahap aksi yaitu :
(a)      Pilihan – pilihan yang dibatinkan, pertumbuhan batin (internal) menghasilkan perubahan sikap, menjadi lebih mengerti dan penuh kasih.
(a)      Pilihan yang diwujudkan secara lahir, pertumbuhan eksternal.
Aksi mengacu pada saat dalam suatu proses ketika siswa harus melakukan apa yang telah dipelajari, merupakan suatu dinamika untuk mengubah realitas. Transformasinya tidak perlu langsung terjadi (saat itu juga), namun harus berdinamika.

14.  Kecakapan Hidup (Life Skill)
Kecakapan menyelesaikan masalah hidup apa  yang dapat diberikan kepada siswa lewat pembelajaran dengan materi yang diajarkan.
Jenis Kecakapan Hidup :

a.      Kecakapan Generik

1)      Kecakapan Personal:
a)  Kecakapan Kesadaran Diri seperti:
v  Kesadaran sebagai makluk Tuhan
v  Beriman kepada Tuhan YME.
v  Berakhlak mulia.
v  Kesadaran akan eksistensi diri.
v  Kesadaran akan potensi diri.
v  Berpikir rasional.
v  Memahami diri sendiri.
v  Percaya diri.
v  Bertanggung jawab, jujur , kerja keras dan disiplin.
v  Menghargai dan menilai diri.

b)      Kecakapan Berpikir:
v  Kecakapan menggali informasi : opservasi , membaca , bertanya , dsb.
v  Kecakapan mengolah informasi menjadi keputusan : dengan grafik , membanding kan , dsb..
v  Kecakapan mengambil keputusan.
v  Kecakapan memecahkan masalah dengan kreatif dan inofatif.

2)      Kecakapan Sosial:
Ø  Kecakapan komunikasi lisan.
Ø  Kecakapan komunikasi tertulis.
Ø  Kecakapan bekerjasama sebagai anak buah , rekan sejawat , atau pimpinan dsb.
Ø  Menunjukkan tanggung jawab sosial.
Ø  Mengendalikan emosi.
Ø  Berinteraksi dalam budaya lokal dan global.
Ø  Berinteraksi dalam masyarakat.
Ø  Meningkatkan potensi fisik.
Ø  Membudayakan sikap sportif.
Ø  Membudayakan sikap disiplin.
Ø  Membudayakan siakap hidup sehat.

b.      Kecakapan Spesifik:
1)  Kecakapan Akademik:
a)  Kecakapan mengidentivikasi variabel.
b)      Kecakapan menghubungkan variabel.
c)      Kecakapan merumuskan hipotesis.
d) Kecakapan melaksanakan penelitian.
e)  Menguasai pengetahuan.
f)   Menggunakan metode dan penelitian ilmiah.
g)  Bersikap ilmiah.
h)  Mengembangkan kapasitas sosial untuk belajar sepanjang hayat.
i)    Mengembangkan berpikir strategis.
j)    Berkomunikasi secara ilmiah.
k)      Memperoleh kompetensi lanjut akan ilmu pengetahuan dan teknologi.
l)        Membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah.
m)    Membudayakan berpikir kreatif.
n)      Membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah secara mandiri.
o)      Menggunakan teknologi.
p)      Menggunakan pengetahuan dan nilai – nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.

2)   Kecakapan Vokasional:
a)  Sering disebut juga sebagai kecakapan kejuruan (keterampilan yang berkaitan dengan kejuruan , misalnya : menjahit , bertani , beternak , otomotif , dll.)
b)  Terkait dengan bidang pekerjaan tertentu.
c)  Ketrampilan kewirausahaan.
d) Ketrampilan menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
e)  Keterampilan merangkai suatu alat.



15.   Sumber Belajar.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi.

a.      Pengertian Bahan Ajar (Sumber belajar)
Bahan ajar merupakan informasi , alat dan teks yang diperlukan guru / instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Jadi Bahan Ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru / instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Dengan kata lain bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan / suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.


b.      Bentuk Bahan Ajar.
Bentuk bahan ajar dapat berupa :
1)          Bahan cetak seperti : hand aut , buku , modul , lembar kerja siswa (LKS) , brosur , leaflet , wallchart.
2)         Audio Visual seperti  :  Video / film , VCD.
3)         Audio seperti :  radio , kaset , CD , audio , Production Hause (PH).
4)         Visual  : foto , gambar , model / maket.
5)         Multi Media  :  CD interaktif , komputer Based , Internet..

c.       Perbedaan Bahan Ajar dengan Buku Teks.
Bahan Ajar  merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM. Bahan Ajar :
1)           Menimbulkan minat baca.
2)           Ditulis dan dirancang untuk siswa.
3)          Menjelaskan tujuan Instruksional.
4)          Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel.
5)          Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.
6)          Memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih.
7)          Mengakomodasi kesulitan siswa.
8)          Memberikan rangkuman.
9)          Gaya penulisan komunikatif dan semi formal.
10)      Kepadatan berdasarkan kebutuhan siswa.
11)      Dikemas untuk proses instruksional.
12)      Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa.
13)      Menjelaskan cara mempelajarai bahan ajar.

Buku Teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu. Buku teks  :
1)      Mengasumsikan minat dari pembaca.
2)      Ditulis untuk pembaca (guru / Dosen).
3)      Dirancang untuk dipasarkan secara luas.
4)      Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional.
5)      Disusun secara linear.
6)      Struktur berdasar logika bidang ilmu.
7)      Belum tentu memberi latihan.
8)      Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa.
9)      Belum tentu memberi rangkuman.
10)  Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif.
11)  Sangat padat.
12)  Tidak memiliki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.

16.  Pengembangan Siswa per Semester/Tahun.
Setiap guru mata pelajaran  / guru kelas diharapkan tiap akhir Semester / Tahun memprogramkan Rangkuman Refleksi – Aksi yang integral melalui kegiatan Weekend / Rekoleksi Sehari / Retret.

0 comments:

Post a Comment