Sunday, December 25, 2011

Tujuan Pembelajaran Menulis dan Tujuan Menulis

Tujuan Pembelajaran Menulis dan Tujuan Menulis
1. Tujuan Pembelajaran Menulis
Tujuan pengajaran setiap mata pelajaran dapat diklasifikasikan atas tiga aspek seperti yang diutarakan Bloom, yakni kognitif, skills, dan efektif. Kerena karateristik setiap mata pelajaran berbeda-beda, maka titik berat tujuan mata pelajaran itu pun dapat berbeda-beda pula. Mata pelajaran bahasa Indonesia misalnya dapat menitik beratkan pada keterampilan tanpa mengabaikan segi kognitif dan a.fektifnya.

Dengan  kurikulum nasional  ini diharapkan; (1) siswa dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya dan hasil intelektual bangsaa sendiri, (2) guru dapat memusatkan perhatian pada pengembangan kompetensi bahasa siswa dengan menyediakan keragaman kegiatan berbahasa dan sumber belajar, (3) guru lebih mendiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan siswanya, (4) orang tua  dan masayarakat terlibat secara aktif dalam pelaksanaan program di sekolah, (5) sekolah dapat menyusun program pendidikan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia, dan, (5) daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah.

Adapun tujuan pembelajaran menulis/mengarang di SD menurut Achmad (1992:11)  adalah “Siswa mampu memahami dan mengkomunikasikan serta menerapkan dengan baik dan tersusun dalam bahasa tulis. Senada dengan di atas dalam Petunjuk Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar (Depdiknas, 1994:15) dijelaskan “Pengajaran menulis/mengarang di SD bertujuan untuk melatih siswa dalam menuangkan pikiran dan perasaan dengan dengan bahasa tulis secara teratur dan teliti.”

Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi,  kompetensi bahan kajian menulis adalah “Menulis Secara Efektif Berbagai Jenis Karangan dalam Berbagai Konteks.” Standar kompetensi yang harus dimiliki ialah mempu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan.
 
2. Tujuan Menulis

Seorang tergerak menulis karena memiliki tujuan-tujuan yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan publik pembacanya, karena tulisan pada dasarnya adalah sarana untuk menyampaikan pendapat atau gagasan agar dapat dipahami dan diterima orang lain. Tulisan dengan demikian menjadi salah satu sarana berkomunikasi yang cukup efektif dan efesien untuk menjangkau khalayak masa yang luas. Atas dasar pemikiran inilah, maka tujuan menulis dapat dirunut dari tujuan-tujuan komunikasi yang cukup mendasar dalam konteks pengembangan peradapan dan kebudayaan mesyarakat itu sendiri. Adapun tujuan penulisan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun peristiwa termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa agar khalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru tentang berbagai hal yangdapat maupun yang terjadi di muka bumi ini.
  2. Membujuk; melalui tulisan seorang penulis mengharapkan pula pembaca dapat menentukan sikap, apakah menyetujui atau mendukung yang dikemukakannya. Penulis harus mampu membujuk dan meyakinkan pembaca dengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, fungsi persuasi dari sebuah tulisan akan dapat menghasilkan apabila penulis mampu menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik, akrab, bersahabat, dan mudah dicerna.
  3. Mendidik adalah salah satu tujuan dari komunikasi melalui tulisan. Melalui membaca hasil tulisan wawasan pengetahuan seseorang akan terus bertambah, kecerdasan terus diasah, yang pada akhirnya akan menentukan perilaku seseorang.  Orang-orang yang berpendidikan misalnya, cenderung lebih terbuka dan penuh toleransi, lebih menghargai pendapat orang lain, dan tentu saja cenderung lebih rasional.
  4. Menghibur; fungsi dan tujuan menghibur dalam komunikasi, bukan monopoli media massa, radio, televisi, namun media cetak dapat pula berperan dalam menghibur khalayak pembacanya. Tulisan-tulisan atau bacaan-bacaan “ringan” yang kaya dengan anekdot, cerita dan pengalaman lucu bisa pula menjadi bacaan penglipur lara atau untuk melepaskan ketegangan setelah seharian  sibuk beraktifitas. 

0 comments:

Post a Comment