Saturday, December 24, 2011

Teknik Pengajaran Menulis | Belajar Bahasa Yull !!!


Teknik Pengajaran Menulis - Di sekolah pihak yang paling berkompeten menumbuhkan keterampilan menulis ini adalah guru bahasa Indonesia. Mereka harus melatih anak  didiknya agar terampil menulis. Lebih-lebih guru bahasa Indonesia di SD harus dapat menumbuhkan keterampilan menulis ini pada setiap siswanya.

Menulis berarti mengekspresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Sarana mewujudkan hal itu adalah bahasa. Isi ekspresi melalui bahasa itu akan dimengerti orang lain atau pembaca bila dituangkan dalam bahasa yang teratur, sistematis, sederhana, dan mudah dimengerti.

Keterampilan mengekspresikan pikiran melalui bahasa yang teratur, sistematis, sederhana, dan mudah dimengerti itulah yang harus dilatih oleh guru bahasa Indonesia pada siswanya. Hal ini bisa dicapai melalui latihan menulis terarah dan berencana. Misalnya latihan menulis dalam bentuk yang paling sederhana, biasa, dan sukar. Berikut ini disajikan beberapa contoh dalam bentuk kegiatan guru dan siswa pada pembelajaran menulis di Sekolah Dasar.


 a.  Teknik Menggambar Garis                     
Menggambar garis digunakan dalam pengajaran pra-menulis. Tujuannya melatih otot-otot tangan agar terbiasa melakukan gerak dalam menulis. Garis-garis yang digambar adalah garis lurus, melengkung, membulat, dsb. Semua garis-garis tersebut relevan dengan penulisan huruf atau abjad. Dengan perkataan lain menggambar garis merupakan persiapan ke arah penulisan huruf.

Contoh kegiatan guru dan siswa pada saat menggambar garis tegak lurus:
Guru        :     Anak-anak lihat baik-baik garis berikut!
Siswa      :     (Melihat cara membuat garis dan gambar garis).
Guru        :     Sekarang anak-anak meniru Ibu menggambar garis lurus. Masing-masing menggambar di udara atau di awang-awang dahulu. Lihat baik-baik  gerak tangan Ibu.
Siswa      :     Mengikuti dan meniru gerak tangan dari atas ke bawah membentuk garis lurus.
Guru        :     Sekarang lakukan hal tadi dalam bukumu masing-masing.
Siswa      :     (Menggambar garis-garis tegak di bukunya masing-masing).
Guru        :     (Berkeliling kelas memperhatikan siswa menggambar garis serta menolong siswa yang mengalami kesulitan). 


b.  Teknik Menyalin Huruf
Mengarahkan siswa agar dapat menyalin huruf harus berencana, terarah, selangkah demi selangkah. Mula-mula guru memperlihatkan gambar huruf yang cukup besar. Gambar itu dapat ditempelkan pada papan tulis. Atau setiap siswa mendapat kartu huruf tersebut.

Setelah mengamati gambar huruf siswa mengikuti garis-garis gambar dengan ujung pensil atau ujung jarinya. Petunjuk garis mana yang pertama diikuti dan arahnya ke mana sangat membantu siswa. Langkah berikutnya menghubungkan titik-titik pada gambar huruf yang sebagian garisnya dihilangkan. Sekali arah panah membantu siswa dalam bekerja. Setelah langkah pertama dan kedua dilakukan berulang-ulang siswa siap dan dapat menyalin huruf itu secara utuh. Begitu juga dengan huruf-huruf lainnya yang sama dilakukan oleh siswa. Akhirnya siswa dapat menuliskan huruf.

Contoh:
Guru        :  Anak-anak! Perhatikan baik-baik gambar ini. Ini adalah huruf a.

a
 
                                                                                                        


GAMBAR 1
Siswa      :     (Mengamati gambar huruf a).
Guru        :     Sekarang Ibu bagikan gambar huruf a.
Masing-masing kalian dapat satu kartu gambar.
Ikuti garis pada gambar itu dengan ujung jarimu atau ujung pensil. Ikuti arah panah.
Siswa      :     (mencoba mengikuti garis gambar huruf a. Mereka Melakukan itu berulang-ulang).
Guru        :     Bagus! Anak-anak telah bekerja baik.
Sekarang sempurnakan gambar berikut. Sekali lagi ikuti arah panah!
Siswa      :     (Bekerja menyelesaikan tugas).
Guru        :     Bagus, bagus! Anak-anak telah bekerja bagus. Tugas berikutnya. Salin atau gambarlah huruf a berikut ini lima kali!
Siswa   :           (Menyalin (melukis) huruf a sebanyak lima kali dalam buku 
                   Kerjanya).
Guru      :          Bagus, benar-benar bagus!
                Mari kita coba huruf lain.


c.  Teknik Menyalin Kata
            Menyalin kata dapat dilaksanakan setelah siswa mengenal, memahami, dan dapat menulis huruf. Lebih baik lagi setelah siswa dapat menuliskan setiap huruf yang digunakan dalam bahasa Indonesia.  Proses penulisan kata harus direncanakan secara tepat. Misalnya pemilihan kata tidak boleh sembarangan. Kata-kata yang dipilih ialah kata-kata yang telah dikenal dan sering pula digunakan siswa.
                        
          Sebelum kata-kata diperkenalkan lebih baik siswa melihat gambar bendanya. Lalu menyusul namanya. Atau boleh juga nama benda itu ditanyakan pada siswa, dan disusul dengan kartu nama tersebut. Nama benda yang tercantum dalam kartu tersebutlah yang disalin oleh siswa.
Contoh:
Guru                 :           Anak-anak! Ibu mempunyai sebuah gambar.
                                                Coba perhatikan baik-baik! Gambar apa ini?                    

 

GAMBAR 2
Siswa   : (Mengamati dan memperhatikan gambar).
               Lalu mereka menjawab,  gambar burung.
Guru      : Benar! Ini gambar burung. Burung ditulis sebagai berikut. 
                Perhatikan baik-baik gambar dan tulisannya.

burung
 




 

                                                                                                                   










GAMBAR 3
Siswa          : Memperhatikan lebih cermat gambar dan namanya.
Guru            : Anak-anak, perhatikan lebih teliti kembali tulisan tersebut 

burung
 

                    dalam bukumu.



Siswa        : Memperhatikan tulisan burung.
                      Lalu   menyalin   tulisan tersebut.

d.  Teknik Menyalin Kalimat
                   Teknik menyalin kalimat dapat dilaksanakan setelah siswa mengenal, mengetahui, dan dapat menuliskan setiap huruf yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Akan lebih baik lagi apabila kata-kata yang ada dalam kalimat itu adalah kata-kata yang sudah dikenal atau dekat kehidupan siswa.
                   Kalimat yang akan disalin oleh siswa dapat ditetapkan dengan dua cara. Pertama, guru memilih kalimat itu. Kedua, kalimat tersebut muncul dari siswa. Kedua cara tersebut dapat digunakan dalam menentukan kalimat yang akan disalin oleh siswa.
Contoh         :
Guru            : Anak-anak! Coba kamu perhatikan gambar ini dengan teliti.

 Siapkan Gambar yang sesuai saja...


                                                                                                                   
GAMBAR 4

Siswa          : (Memperhatikan gambar dengan teliti.)
Guru            : Nah, sekarang jawab pertanyaan Ibu.
                     Gambar apa yang kamu lihat tadi?
Siswa          : Gambar ayah, Bu. Gambar telepon, Bu!
Guru            : Benar itu gambar ayah sedang menelpon.Bagus!
                   Sekarang coba kamu salin lima kali kalimat berikut.
                     Ayah menelpon.
Siswa          : (Menyalin kalimat dengan hati-hati.)












DAFTAR PUSTAKA

De Porter, Bobbi dkk. Quantum Learning. Bandung: Kaifa. 2002.

________________. Quantum Teaching. Bandung: Kaifa. 2002.


Hernowo,  Quantum Writing. BandungMizan Learning Center. 2003.

Karsimin, Akung Keterampilan Dasar Mengajar (Modul Umum). Departemen Pendidkan Nasional, Direktoratt Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Dierktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, 2002.

Nasution. Berbagai Pendidikan dalam Proses Belajar dan Mengajar.Jakarta : PT Bina Aksara. 1984.

Nurhadi, Agus Gerrad Senduk. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Surabaya: Universitas Negeri Malang. 2003.

Parera, J.D.,  Leksikon. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993.

Popham, W. James dan Eva L. Baher. Bagaimana Mengajar Secara Sistematis. Yogyakarta: Kanisius, 1984.

Purwanto, Ngalim dan Djenian Alim. Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Bandung: PT Rosda Jaya Putra, 1997.

Saliwangi, Basennang. Pengantar Strategi Belajar Bahasa Indonesia.
                     Malang: IKIP Malang, 1989.

Sudarmanto, Y.B. Tuntutan Metodologi BelajarJakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. 1993.

Sudaryanto, Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kompetensi di SMU, Diklat Instruktur Guru Bahasa Indonesia SMU. Pusat Pengembangan Penetaran Guru Bahasa, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Suyatno, Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: Penerbit Surabaya Intelektual Club, 2004.

Tarigan, Djago. Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Bandung: Theme 76, 1995.

Tarigan, Henry Guntur. Metodologi Pengajaran (Suatu Penelitian Kepustakaan) Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, 1989.

Winataputra, Udin S. dan  Tita Rosita. Materi Pokok Belajar dan Pembelajaran 1. Jakarta : Universitas Terbuka, 1997.

Witherington H.C., LEEJ. Cronbach dan Bapemsi. Teknik-Teknik Belajar dan MengajarBandung: Jemmars.1982.

0 comments:

Post a Comment