Saturday, December 24, 2011

Teknik Pengajaran Membaca | Belajar bahasa Yukk !!!


Teknik Pengajaran Membaca
            Keterampilan membaca perlu sekali dikuasai oleh setiap siswa. Pertama, saat siswa dalam proses penyelesaian studinya keterampilan membaca diperlukan dalam mempelajari setiap mata pelajaran. Setiap mata pelajaran pasti memiliki buku teks yang harus dicerna oleh siswa. Kedua, bila siswa nantinya terjun dalam kehidupan bermasyarakat di luar sekolah keterampilan membaca itu tetap sangat diperlukan. Misalnya membaca koran, majalah, dsb. Bahkan dalam keadaan santai pun keterampilan ini tetap diperlukan.  Misalnya membaca menu di restoran saat beristirahat, membaca teks film, dsb.

            Pengembangan keterampilan membaca tersebut pertama-tama dibebankan kepada guru bahasa Indonesia di SD. Melalui pengajaran bahasa Indonesia, pokok bahasan membaca, guru harus mengarahkan siswanya agar dapat:
1)       membaca atau melek huruf,
2)       memahami pengertian dan peranan membaca,
3)       memahami teori dasar membaca,
4)       memiliki minat baca,
5)       memiliki keterampilan membaca.
Melalui pokok bahasan membaca siswa mengenal, memahami, dan menghayati struktur bahasa mulai dari struktur yang terkecil sampai struktur yang terbesar. Struktur bahasa mencakup delapan aspek. Secara berjenjang struktur bahasa itu diurutkan sebagai berikut:
1)      

  4.klausa,
  5.kalimat,
 6.paraggraf, dan

 


7.      wacana.

 
fonem,                            
2)       morfem,
3)       frasa,

Jenis kegiatan membaca ada bermacam-macam. Namun yang terpenting diantaranya adalah kegiatan membaca pemahaman. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang diikuti siswa semakin tinggi pula tuntutan penguasaan Keterampilan membaca pemahaman tersebut. Aktivitas siswa dalam membaca pemahaman selalu mengacu kepada pengecekan pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Termasuk di dalamnya pemahaman kata, ungkapan, kalimat, isi paragraf, bacaan. Termasuk di dalamnya pemahaman kata, ungkapan, kalimat, isi paragraf, dan isi wacana dan akhirnya siswa dapat menceritakan kembali isi bacaan.
Guru harus berupaya agar pengajaran membaca disukai oleh siswa. Hal ini dapat terlaksana apabila guru telah menguasai materi dan cara penyampaian materi. Dalam segi penyampaian materi guru harus sudah mengenal, mamahami, menghayati, dan dapat menerapkan berbagai teknik pengajaran membaca.  Berikut ini disajikan beberapa contoh dalam bentuk kegiatan guru dan siswa pada pembelajaran membaca  di Sekolah Dasar.
a.  Teknik Lihat dan Baca
            Guru mempersiapkan dengan cermat bahan bacaan yang akan diperlihatkan kepada siswa. Bahan bacaan tersebut dapat berupa fonem, kata, kalimat, ungkapan, semboyan, atau puisi-puisi pendek. Khusus dalam membaca permulaan bahan bacaan disertai bendanya atau gambar bendanya. Teknik pengajaran lihat dan baca dapat dilaksanakan dengan berbagai variasi sebagai berikut :


1). Fonem
Guru     :     (Memperlihatkan sebuah buku beserta label berisi tulisan buku seperti tergambar berikut.)


buku

 

           
GAMBAR 2
Siswa      :     (Memperhatikan gambar  buku dan labelnya.)
Guru        :     Ini gambar apa anak-anak?
Siswa      :     Buku, Bu!
Guru        :     Bagus! Ini buku. Tulisannya seperti ini kalau dibaca bunyinya buku.

  buku
 



 Coba kamu baca tulisan ini.
Siswa      :     Buku
Guru        :     Bagus! Adi baca tulisan ini.
Adi          :     Buku!
Guru        :     Bagus kalian sudah pintar membaca. Sekarang perhatikan gambar ini!  (Guru memperlihatkan gambar huruf  b seperti berikut.)

 b
 



GAMBAR 3
Siswa      :     (Memperhatikan gambar.)
Guru        :     Gambar apa ini anak-anak?
Siswa      :     (Diam, tidak ada yang bisa menjawab.)
Guru        :     Baik. Ibu akan bantu kalian. Ini gambar huruf b.
Bila dibaca bunyinya be sekali lagi bunyinya be.
Coba anak-anak baca!
Siswa      :     be
Guru        :     Bagus! Kini giliran Susi. Coba baca Susi.
Susi         :     be
Guru        :     Bagus, bagus. Anak-anak sudah mengenal huruf b.
Perhatikan baik-baik gambar ini. Ingat gambar huruf b ini.
(seperti tergambar tadi.)
Di kelas-kelas yang lebih tinggi misalnya kelas dua, tiga, atau empat lihat dan baca fonem ini tidak perlu lagi melalui perantara benda lain. Artinya, fonem dapat diperlihatkan secara langsung.
2).  Kata
Guru        :     Bacalah kata-kata berikut ini dengan suara jelas. Usahakan dan biasakan pusat pandanganmu diarahkan kepada garis tengah lurus di tengah kata.
a d a
t i k u s
m a k a n
k e l e l a w a r
Siswa      :     (Membaca, pandangan mata diarahkan kepada garis tegak lurus di tengah kata.)
a d a
t i k u s
m a k a n
k e l e l a w a r
Guru        :     Bisa baca, Ani?
Ani          :     Bisa, Pak. Tetapi pandangan mata tidak dapat terpusat pada  garis. Mata saya bergerak dari kiri ke kanan.
Guru        :     yah, mula-mula memang sukar. Asal terus berlatih pasti bisa.
Indra        :     Mengapa pandangan harus diletakkan pada tengah kata   Pak?
Guru        :     Bagus! Pertanyaan Indra sangat bagus. Cara membaca yang baik ialah bila kepala tidak bergerak pandangan bergerak dari  tengah kata, kalimat, paragraf ke bawah. Jangan biasakan pandangan mata bergerak dari kiri ke kanan. Sekali lagi, anak-anak harus membiasakan pandangan mata diarahkan pada bagian tengah bahan bacaan, Selamat berlatih.
b.  Teknik Melengkapi Kalimat
Teknik melengkapi kalimat yang berkaitan dengan kegiatan membaca dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama melengkapi kalimat dengan kata-kata yang sudah ditentukan. Cara kedua melengkapi kalimat dengan pilihan berganda.
Contoh:
Guru        :     Baca baik-baik bacaan berikut! Kemudian kerjakan tugas (i) dan (ii).
KELUARGA PAK SABAR
Keluarga Pak Sabar adalah keluarga kecil. Mereka memiliki dua orang anak, yakni Adi dan Ida. Adi adalah anak pertama dan Ida anak kedua. Umur Adi dan Ida berbeda tiga tahun. Adi berumur 13 tahun dan duduk di kelas enam SD Sukamaju, desa Sukamaju Jawa Barat. Ida kelas empat di SD yang sama. Adi dan Ida sangat sayang kepada kedua orang tuanya.
(i) Lengkapilah kalimat berikut sehingga sesuai dengan isi bacaan  
     tersebut di atas!
a.       Keluarga pak sabar terdiri … orang.
b.       Usia Adi dan Ida berbeda … tahun.
c.       Bila Adi berusia 20 tahun nanti maka Ida berusia… tahun.
(ii) Lengkapi kalimat berikut dengan pasangan yang tepat!
a.       Keluarga Pak sabar tinggal di…
(a)     Kota Jakarta
(b)     Kota Bandung   
(c)     Desa Sukamaju
(d)     Desa Mekarjaya
b.       Keluarga Pak Sabar adalah Keluarga Berencana karena…
(a)     anggotanya empat orang
(b)     Adi murid pintar
(c)     Pak sabar terpelajar
(d)     Ibu Sabar sehat

Siswa      :     (Membaca bahan bacaan. Kemudian mengerjakan tugas)
Guru        :     Sekarang mari kita lihat hasil pekerjaanmu. Siapa yang    mulai?
Minah      :     Saya, Bu!
Guru        :     Silakan, Minah!
Minah      :     Tugas (i):
a.       empat orang
b.       tiga tahun
c.       tujuh belas tahun
Tugas (ii)
a.       desa Sukamaju
b.       empat orang
Guru        :     Bagus Minah, bagus. Hasil kerjamu sangat memuaskan










DAFTAR PUSTAKA

De Porter, Bobbi dkk. Quantum Learning. Bandung: Kaifa. 2002.

________________. Quantum Teaching. Bandung: Kaifa. 2002.


Hernowo,  Quantum Writing. BandungMizan Learning Center. 2003.

Karsimin, Akung Keterampilan Dasar Mengajar (Modul Umum). Departemen Pendidkan Nasional, Direktoratt Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Dierktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, 2002.

Nasution. Berbagai Pendidikan dalam Proses Belajar dan Mengajar.Jakarta : PT Bina Aksara. 1984.

Nurhadi, Agus Gerrad Senduk. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Surabaya: Universitas Negeri Malang. 2003.

Parera, J.D.,  Leksikon. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993.

Popham, W. James dan Eva L. Baher. Bagaimana Mengajar Secara Sistematis. Yogyakarta: Kanisius, 1984.

Purwanto, Ngalim dan Djenian Alim. Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Bandung: PT Rosda Jaya Putra, 1997.

Saliwangi, Basennang. Pengantar Strategi Belajar Bahasa Indonesia.
                     Malang: IKIP Malang, 1989.

Sudarmanto, Y.B. Tuntutan Metodologi BelajarJakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. 1993.

Sudaryanto, Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kompetensi di SMU, Diklat Instruktur Guru Bahasa Indonesia SMU. Pusat Pengembangan Penetaran Guru Bahasa, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Suyatno, Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: Penerbit Surabaya Intelektual Club, 2004.

Tarigan, Djago. Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Bandung: Theme 76, 1995.

Tarigan, Henry Guntur. Metodologi Pengajaran (Suatu Penelitian Kepustakaan) Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, 1989.

Winataputra, Udin S. dan  Tita Rosita. Materi Pokok Belajar dan Pembelajaran 1. Jakarta : Universitas Terbuka, 1997.

Witherington H.C., LEEJ. Cronbach dan Bapemsi. Teknik-Teknik Belajar dan MengajarBandung: Jemmars.1982.

0 comments:

Post a Comment