Thursday, December 22, 2011

JENIS AFIKS DAN KELAS KATA



A. Jenis Afiks

Dalam bahasa Indonesia, menurut Harimurti, jenis-jenis afiks  diklasifikasikan atas:

1.    prefiks, yaitu afiks yang berada di awal kata dasar (morfem bebas) dasar
Contoh: men-defrag (PC Media, 2006:08)
     ter-spin (PC Media, 2006:08)    

2.    sufiks, afiks yang diletakkan di belakang kata dasar 
Contoh: copy-an, setting-an
3.    simulfiks,  afiks yang dimanifestasikan dengan nasalisasi dari fonem pertama suatu bentuk verba dasar, dan fungsinya ialah membentuk verba dasar.
Contoh: ngedownload, nyecan, ngeburning

4.    kombinasi afiks, yaitu kombinasi dari dua afiks atau lebih yang bergabung dengan dasar. 
Contoh: ber-icon-kan (PC Media, 70:06/2007).
      meng-inject-kan (PC Media, 2007:09).



B. Kelas Kata 

    Berbicara mengenai afiksasi, tentunya tidak terlepas dari perubahan kedudukan suatu kata. Dalam hal ini adalah kelas kata atau pengkategorian kata. Kelas kata yang ditemukan penulis dalam pengumpulan data adalah kata pembentuk verba dan kata pembentuk nomina. Berdasarkan hal tersebut, penulis akan mendeskripsikan  mengenai kategori verba dan kategori nomina.

1. Verba
    Sebuah satuan gramatikal dapat diketahui berkategori verba dari perilakunya dalam satuan yang lebih besar, yakni dalam kemungkinannya satuan itu didampingi partikel tidak dalam konstruksi dan dalam hal tidak dapat didampinginya satuan itu dengan partikel di, ke, dari¸atau dengan partikel seperti  sangat, lebih, atau agak (Harimurti, 2005:51).
        Contoh: ter-spin (PC Media, 2006:08), 
                 meng-hack (PC Media, 2007:09)



2. Nomina
       Sebuah satuan gramatikal dapat diketahui berkategori nomina dari perilakunya dalam satuan yang lebih besar, yakni dalam kemungkinannya tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan partikel tidak, dan mempunyai potensi untuk didahului oleh partikel dari. (Harimurti, 2005:68).
           Contoh:  setting-an, pada kalimat 

“Virus ini menambahkan beberapa item startup pada registry[sic!] agar pada saat memulai Windows ia dapat running[sic!] secara otomatis atau untuk mengubah setting-an.” (PC Media, 69:09/2007).


    Dalam menentukan kelas kata, penulis menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002), Kamus Inggris-Indonesia (1996), dan Kamus Komputer dan Teknologi Informasi (2005), Selain itu, penentuan kelas kata disesuaikan pula dengan konteks yang penulis temukan dalam data. 

0 comments:

Post a Comment