Friday, December 9, 2011

GANGGUAN BERBICARA, BERBAHASA DAN BERFIKIR MANUSIA

Dalam berbicara mengenai psycholinguistics, begitu banyak hal yang dapt kita pelajari dan kaji karena memiliki bahan kajian yang luar biasa luas. Dalam hal berbicara atau memproduksi tuturan saja ada berbagai macam hal yang dapat dijadikan sebagai bahan kajian karena setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam memproduksi tuturan-tuturan tertentu. Hal ini biasa disebut dengan gangguan berbahasa. Gangguan berbahasa ada yang disebabkan faktor medis dan ada pula yang disebabkan oleh faktor lingkungan sosial. Faktor medis adalah gangguan, baik akibat kelainan fongsi otak maupun akibat kelainan alat-alat bicara, sedangkan faktor lingkungan sosial adalah lingkungan kehidupan yang tidak alamiah manusia, seperti tersisih/terisolasi dan lingkungan kehidupan masyarakat yang sewajarnya. 

Secara medis ada gangguan berbicara, ada gangguan berbahasa dan ada gangguan berfikir. Berikut akan diulas secara singkat mengenai ketiga gangguan tersebut.

  1. Berbicara merupakan aktivitas motorik yang mengandung modalitas psikis. Oleh karena itu, gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan ke dalam 2 kategori. Pertama gangguan mekanisme berbicara yang berimplikasi pada gangguan organik, dan kedua, gangguan berbicara psikogenik.
  2. Gangguang berfikirmenyebabkan ekspresi verbal yang terganggu yang menyebabkan hal-hal seperti pikun (demensia), sisofrenik, depresif, gangguan lingkungan sosial.
  3. Gangguan berbahasa. Berbahasa berarti berkomunikasi dengan menggunakan suatu bahasa, untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. Ini berarti darah Broca dan wernike hans berfungsi dengan baik. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia/afemia. 

0 comments:

Post a Comment