Friday, December 9, 2011

Gangguan Berbahasa akibat dari Gangguan Berpikir seperti Pikun, Sisiofrenik, dan Depresi

Ekspresi verbal yang terganggu bersumber atau disebabkan oleh pikiran yang terganggu. Maksudnya gangguan ekspresi verbal sebagai akibat dari gangguan pikiran yang terjadi pada individu tersebut. Dibawah ini akan diuraikan secara singkat  Gangguan berbahasa akibat dari gangguan berpikir seperti Pikun, Sisiofrenik, dan Depresi.
   
  • Pikun (demensia) Yaitu gangguan berbahasa akibat gangguan berfikir-para penderitanya dapat mengucapkan word – salad dengan lancar, dengan volume yang cukup, ataupun lemah sekali. Curah verbalnya penuh dengan kata-kata neologisme, irama serta intonasinya menghasilkan curah verbal yang melodis. 
  • Sisofrenik adalah gangguan berbahasa akibat gangguan befikir para penderitanya dapat mengucapkan word-salad dengan lancar, dengan volume yang cukup, ataupun lemah sekali. Curah verbalnya penuh dengan kata-kata neologisme, irama serta intonasinya menghasilkan curah verbal yang melodis. 
  • Depresi adalah saat dimana arang yang tertekan jiwanya memproyeksikan penderitanya pada gaya bahasanya dan makna curah verbalnya. Curah verbalnya dicoraki oleh topik yang menyedihkan, menyalahi dan mengutuk diri sendiri, kehilangan gairah, bekerja dan gairah hidup, tidak mampu menikmati kehidupan, malah cenderung mengakhirinya.

0 comments:

Post a Comment