Saturday, December 24, 2011

Aplikasi Teknik Pengajaran Bahasa Indonesia di SD


Aplikasi Teknik Pengajaran Bahasa Indonesia di SD
 Bahasa Indonesia diajarkan pada setiap jenjang sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar, menengah, sampai ke perguruan tinggi. Walaupun pengajaran bahasa Indonesia sudah dilaksanakan secara ekstensif dalam lembaga pendidikan formal, hasilnya belum memuaskan. Kemampuan berbahasa Indonesia para siswa lulusan SD, SMP, ataupun SMA belum memadai. Bahkan para dosen pembimbing skripsi di perguruan tinggi pun sering mengeluh karena kemampuan berbahasa mahasiswanya kurang memuaskan.

Berdasarkan kenyataan tersebut di atas dan diperkuat lagi oleh pentingnya bahasa bagi manusia maka wajarlah apabila guru membenahi dan memantapkan kembali pengajaran bahasa Indonesia. Pemantapan pengajaran ini harus berlangsung serempak pada setiap jenjang pendidikan pengajaran bahasa harus menghasilkan siswa-siswa yang terampil menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi. Terampil berbahasa bermakna terampil menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia.

Pengajaran bahasa di SD memiliki nilai strategis. Pada jenjang inilah pertama kalinya pengajaran bahasa Indonesia dilaksanakan secara berencana dan terarah. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk menanamkan tiga hal. Pertama, guru dapat menanamkan pengetahuan dasar bahasa Indonesia. Kedua, guru dapat menumbuhkan rasa memiliki, mencintai, dan bangga akan bahasa Indonesia pada diri siswanya. Ketiga, guru dapat meningkatkan keterampilan berbahasa para siswa-siswanya. Siswa yang sudah dibekali dengan landasan yang kuat mengenai pengetahuan sikap positif terhadap pengajaran bahasa Indonesia, dan keterampilan berbahasa yang bersangkutan akan lebih mudah menyelesaikan studinya.

Langkah awal yang harus dilalui oleh guru sebelum merencanakan dan melaksanakan pengajaran bahasa Indonesia di SD adalah memahami benar-benar pedoman petunjuk atau karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. Pedoman ini dapat kita baca pada kurikulum dengan perangkatnya, buku-buku pengajaran bahasa, dan buku-buku mengenai bahasa dan sastra Indonesia.

Sebagian besar dari siswa SD tidak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, tetapi bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Melalui kegiatan belajar mengajar di SD mereka diperkenalkan dengan bahasa Indonesia. Melalui kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia ini pula dapat ditumbuhkan nasionalisme untuk mencintai Indonesia terhadap anak-anak daerah berlangsung secara formal.

Melalui pengajaran bahasa di SD diharapkan siswa mendapat bekal yang mantap untuk mengembangkan dirinya dalam pendidikan berikutnya dan hidup bermasyarakat. Dalam bidang pengetahuan siswa memiliki pemahaman dasar-dasar kebahasaan terutama bahasa baku. Dalam bidang afektif siswa harus diarahkan agar mempunyai sikap positif terhadap bahasa Indonesia.

Ahli pengajaran bahasa yang terkenal, (Macky,1972 dalam Djago Tarigan, 1995: 21) menyatakan bahwa metode bersifat netral, tidak ada metode yang baik dan dan tidak ada metode yang jelek . Baik atau buruknya sesuatu metode ditentukan oleh guru yang menggunakan metode tersebut. Bila guru dapat menggunakan metode tersebut maka maka metode itu menjadi baik. Sebaliknya, bila guru menggunakan metode itu secara tidak tepat maka metode itu pun menjadi tidak baik.

Metode yang digunakan dengan tepat, atau metode yang baik dapat memberikan dampak, antara lain:
1)       Memikat, menantang atau merangsang siswa untuk belajar.
2)       Memberikan kesempatan yang luas serta mengaktifkan siswa secara mental dan fisik dalam belajar. Keaktifan itu dapat berwujud latihan, praktek atau mencoba melaksanakan sesuatu.
3)       Tidak terlalu menyulitkan fungsi guru dalam penyusunan, pelaksanaan, dan penilaian program pengajaran.
4)       Dapat mengarahkan kegiatan belajar ke arah tujuan pengajaran.
5)       Tidak menuntut peralatan yang rumit, mahal, dan sukar mengoperasikannya.
6)       Mengembangkan kreativitas siswa.
7)       Menggali dan Mengembangkan potensi siswa secara individu maupun secara kelompok.
8)       Meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar.
9)       Mengembangkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. 

Berdasarkan pendapat Macky tersebut di atas dapat pula kita katakan bahwa metode pengajaran bahasa Indonesia pun bersifat netral. Ia menjadi baik di tangan guru yang tepat menggunakannya. Ia akan menjadi jelek di tangan guru yang salah menggunakannya. Guru diharapkan dapat memilih dan menerapkan metode pengajaran yang tepat dalam setiap proses belajar mengajar di kelas. Metode yang dipilih dan diterapkan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, keadaan siswa seperti kemampuan, minat, dan lingkungannya. Metode pengajaran itu harus pula bervariasi dan memberikan pengalaman berbahasa yang beraneka bagi siswa, merangsang siswa untuk belajar, serta memudahkan siswa memahami bahan pembelajaran. Metode yang dipilih pun harus mudah dioperasikan dan tidak menuntut peralatan yang rumit.

Dengan demikian berbagai pendekatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia seperti: menyimak, berbicara, membaca, menulis, apresiasi sastra, dan kebahasaan membutuhkan metodik khusus untuk menunjang terlaksananya tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.

0 comments:

Post a Comment