Friday, December 9, 2011

AFASIA MOTORIK DAN SENSORIK or RESEPTIF

Seperti yang saya kemukakan dalam postingan sebelumnya yang berjudul Gangguan Berbicara, Berbahasa dan Berfikir manusia, ada banyak hal yang dapat kita pelajari dan teliti. Dan pada artikel kali ini saya ingin menuliskan sedikit mengenai Gangguan Berbahasa dan jenis-jenisnya. Gangguan berbahasa yang disebut afasia ini dibedakan atas afasia ekspresi motorik dan afaasia reseptif/sensorik, berikut ulasannya.


1. AFASIA MOTORIK
Afasia Motorik terjadi karena kerusakan pada belahan otak yang dominan yang terletak pada lapisan permukaan (lesikortikal) daerah broca. Ada tiga macam afasia motorik yaitu :
  • Afasia Motorik Kortikal
     Terjadi karena gudang penyimpanan sandi-sandi musnah sehingga menyebabkan tidak akan ada lagi perkataan yang dapat dikeluarkan.
  • Afasia Motorik Subkortikal
Terjadi karena kerusakan pada bagian bawah lapisan korteks maka semua perkataan masih utuh didalam gu dang.Namun perkataan tidak dapat dikeluarkan karena hubungan terputus, sehingga perintah untuk mengeluarkan perkataan tidak dapat disampaikan, tapi melalui jalur lain tampaknya perintah untuk mengeluarkan perkataan masih dapat disampaikan denga ekspesi verbal dengan pancingan.
  • Afasia Motorik Tarnskortikal
Terjadi karena terganggunnya hubungan antara daerah Broca dan Wernicke.
 

2. AFASIA SENSORIK


Afasia Sensorik terjadi karena adanya kerusakan pada lesikortikal di daerah Wernicke pada hemisferium yang dominan. 
Afasia Sensorik adalah berdasarkan penyebabnya yaitu kehilangan pengertian bahasa lisan dan tulisan. Namun, dia masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun orla. Curah verbal itu terdiri dari kata-kata, ada yang mirip, ada yang tepat dengan perkataan, suatu bahasa, tetapi kebanyakan tidak sama/sesuai dengan perkataan bahasa apapun.

0 comments:

Post a Comment