Tuesday, November 22, 2011

HAKIKAT DAN PENGERTIAN MEMBACA

 Hakikat dan  Pengertian membaca - Bila kita ingin menemukan pengertian  tentang membaca maka kita akan memperoleh batasan yang beragam. Semua hal tersebut selalu mengacuh pada tujuan yang ditekankan.

 Hudgson dalam bukunya Learning Language (1960:43-44) memberikan batasan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan  suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui, kalau hal ini tidak terpenuhi, maka pesan yang termuat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik.

Dari segi linguistik, Anderson (1972:209) menjelaskan bahwa membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi, berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding). Sebuah aspek pembahasan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis dengan makna bahasa lisan yang mencakup pengubahan  tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna.

Penjelasan tersebut terlalu sederhana karena siswa di kelas 1 SD misalnya  pernyataan tersebut cukup memadai karena kegiatan membaca yang dilakukan hanya terbatas pada mengemukakan  atau membunyikan rangkaian lambang-lambang bahasa tulis yang dilihatnya; dari huruf menjadi kata, kemudian frasa, lalu kalimat dan seterusnya. Persoalan apakah dirinya mengerti atau tidak mengenai lambang tulis tersebut tidak menjadi persoalan.

Kegiatan membaca seperti ini merupakan proses membaca yang paling ringan bagi pemula. Oleh karena ittu Finochiaro dan Bonomo (1973:119) mencoba mendifinisikan membaca sebagai proses memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahasa tulis (reading is bringing meaning to and gettinng meaning from printed or  written material).

Jenis kegiatan tersebut digolongkan sebagai kegiatan membaca literal. Artinya, pembaca hanya menangkap informasi yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam  bacaan atau informasi yang ada dalam baris-baris bacaan (reading the lines).  Membaca semacam ini masih mencerminkan sebagai kegiatan yang pasif.

Goodman (1967: 127) mengatakan ketika seseorang membaca  bukan hanya sekedar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak melainkan juga menuntut kemampuan munyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna. Oleh karena itu membaca dapat kita definisikan sebagai kegiatan memetik makna makna atau pengertian bukan hanya dari deretan kata yang tersurat saja (reading the lines), bahkan juga makna yang terdapat dibalik deretan baris tersebut (reading beyond the lines). Dalam kajian membaca jenis membaca semacam ini digolongkan ke dalam membaca kritis serta membaca kreatif. Selain itu dalam prosesnya kegiatan membaca ini juga tidak lagi pasif melainkan sebagai proses yang aktif.

Thorndike mengatakan bahwa proses membaca itu tak ubahnya dengan proses ketika seseorang sedang bepikir atau bernalar (readding as thingking or reading as reasoning) . Ahmad Slamet Harjasujana (1987: 36) mengatakan bahwa membaca dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan komunikasi interakstif yang memberi kesempatan kepada pembaca dan penulis untuk membawa latar belakang, dan hasrat masing-masing.

Dengan demikian dalam tataran yang lebih tinggi membaca bukan hanya sekedar memahami lambang-lambang bahasa tulis belaka melainkan berusaha memahami, menerima, menolak, membandingkan dan meyakini  pendapat-pendapat yang dikemukakan si penulis.

Sekali lagi pengertian atau definisi membaca itu banyak sekali ragamnya. Oleh karena itu yang penting  bagi kita ialah memahami alasan-alasan  yang melatarbelakangi dari definisi-definisi mereka itu.

0 comments:

Post a Comment