Wednesday, October 12, 2011

TEORI LOKALISASI DAN TEKNIK STIMULUS ELEKTRIK

Teori Lokalisasi : Teori lokalisasi (lazim juga disebut pandangan lokalisasi atau lokalization view) berpendapat bahwa pusat-pusat bahasa dan ucapan berada di daerah Broca dan daerah Wernicke.

Geschwind melaporkan kasus seorang wanita muda yang terancam dan menderita kerusakan otak yang sangat berat. Wanita itu dapat diselamatkan, tetapi ternyata kemudian mengalami kerusakan otak yang berat. Selama dirawat dirumah sakit keadaannya diteliti dengan teliti dari sudut linguistik, sampai dia meninggal dunia 10 tahun kemudian. Selama dia sakit, wanita tersebut sama sekali tidak dapat menggerakkan anggota badannya, kecuali mulut lidah dan mukanya. Meskipun pemahaman bahasanya agak kurang sebagaimana juga produksi bahasanya, tetapi dia masih dapat mengulangi kalimat-kalimat yang didengarnya dengan lancar. Setelah meninggal dan dibelah, ternyata seluruh otaknya talah rusak, kecuali medan-medan bahasa pada hemisfer kiri yang hanya mengalami kerusakan ringan. Jadi, pusat-pusat bahasanya telah terisolasi dan putus hubungan dengan bagian-bagian otak lain yang telah rusak berat. Kasus ini menunjukkan bukti bahwa lokalisasi pusat-pusat bahasa terletak pada hemisfer kiri.


Teknik Stimulus Elektrik

Teknik Stimulus Elektrik ini dilakukan dengan cara menstimulasi bagian-bagian tertentu permukaan korteks dengan aliran listrik. Semua bagian permukaan korteks hemisfer kiri secara bergiliran telah mereka stimulus dengan aliran listrik.

Cara dan hasil penelitian yang dilakukan Levistsky (1968) dan Wada (1969) dalam kaitannya dengan teori lokalisasi. Yaitu : Levistsky telah menganalisis secara terperinci 100 otak manusia normal setelah mereka meniggal. Dia menemukan bahwa pianun temporale jauh lebih besar pada hemisfer kiri. Bahkan perbedaan ini dapat langsung dilihat dengan mata. Penemuan ini diperkuat dengan penemuan Wada setelah melakukan alalisis postmodern pada otak bayi yang membuktikan bahwa ketidaksimetrisan hemisfer-hemisfer otak ini terdapat sejak lahir, dan ketidaksimestrisan ini sebagai akibat dari adanya pusat-pusat tertentu pada hemisfer kiri yang khusus mengukur bahasa.

Cara lain untuk membuktikan teori lateralisasi adalah dengan cara melihat otak secara langsung dengan menggunakan alat yang disebut PET (Positron Emission Tomography). Dengan PET ini kita melihat bagian-bagian otak terutama bagian korteks, pada waktu bagian-bagian itu sedang berfungsi.

0 comments:

Post a Comment