Saturday, October 8, 2011

PROSES KOMUNIKASI PERSPEKTIF PSIKOLOGIS DAN MEKANISTIS


PROSES KOMUNIKASI PERSPEKTIF PSIKOLOGIS DAN MEKANISTIS : Dear readers, kami kembali lagi dan pada kesempatan ini kami akan membagikan artikel tentang Proses Komunikasi perepektif psikologis dan mekanistis. namun sebelum itu, mari kita kenal dahulu apa sih yang dimaksud dengan Komunikasi.

Komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komuni­kan. Proses komunikasi dapat dikategorikan dari dua perspektif, yaitu:

1.  Proses Komunikasi dalam Perspektif Psikologis

     Proseskomunikasi perspektif ini terjadi pada diri komunikator dan komunikan. Ketika seorang komunikator berniat akan menyampaikan suatu pesan kepada komunikan, maka dalam dirinya terjadi suatu proses. Pesan komunikasi terdiri dari dua aspek, yakni isi pesan dan lambang. Isi pesan umumnya adalah pikiran, sedangkan lambang umumnya adalah bahasa. Walter Lippman menyebut isi pesan itu "picture in our head", sedangkan Walter Hagemann menamakannya "das Bewustseininhalte". Proses "mengemas" atau "membungkus" pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator itu dalam bahasa komunikasi dinamakan encoding. Hasil encoding berupa pesan itu kemudian ditransmisikan atau dioperkan atau dikirimkan kepada komunikan. Kini giliran komunikan terlibat dalam proses komunikasi intrapersonal. Proses dalam diri komunikan disebut decodingseolah-olah membuka kemasan atau bungkus pesan yang ia terima dari komunikator tadi. Isi bungkusan tadi adalah pikiran komunikator. Apabila komunikan mengerti isi pesan atau pikiran komunikator, maka komunikasi terjadi. Sebaliknya bilamana komunikan tidak mengerti, maka komunikasi pun tidak terjadi.

2.   Proses Komunikasi dalam Perspektif Mekanistis

Proses Komunikasi dalam Perspektif Mekanistis ini berlangsung ketika komunikator mengoperkan atau "melemparkan" dengan bibir kalau lisan atau tangan jika tulisan pesannya sampai ditangkap oleh komunikan. Penangkapan pesan dari komunikator oleh komunikan itu dapat dilakukan dengan indera telinga atau indera mata, atau indera-indera lainnya. Proses komunikasi dalam perspektif ini kompleks atau rumit, sebab bersifat situasional, bergantung pada situasi ketika komunikasi itu berlangsung. Adakalanya komunikannya seorang, maka komunikasi dalam situasi seperti itu dinamakan komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi, kadang-kadang komunikannya sekelompok orang"; komuni­kasi dalam situasi seperti itu disebut komunikasi kelompok; seringkali komunikannya tersebar dalam jumlah yang relatif amat banyak sehingga untuk menjangkaunya diperlukan suatu media atau sarana, maka komuni­kasi dalam situasi seperti itu dinamakan komunikasi massa.

    Untuk jelasnya proses komunikasi dalam perspektif mekanistis dapat diklasifikasikan menjadi proses komunikasi secara primer dan secara sekunder.

0 comments:

Post a Comment