Friday, October 7, 2011

CHANGES IN MEANING | PERUBAHAN MAKNA

Dalam kesempatan ini, saya ingin membagikan tentang Perubahan Makna, atau bahasa kerennya Changes in Meaning. Nah sahabat Jufry semua, berikut ini akan saya sajikan contoh-contoh dari perubahan makna itu sendiri untuk memudahkan sahabat Jufry semua memahami setiap jenis perubahan makna. Kita langsung saja yah ...

1. PEJORATION (PEYORASI)

            Satu kata yang selain bermakna literal/denotasi, juga mengalami degradasi atau perburukan makna.
Contohnya :

a). Oknum
      - Literal      :  Polisi, Aparat, petugas
                           “Dion adalah seorang oknum kepolisian pusat.”
- Peyorasi : Petugas atau aparat kepolisian yang melakukan kekerasan, korupsi, dan kecurangan-kecurangan lainnya.
                           “Dialah oknum yang meresahkan masyarakat.”

b). Kedi (caddy)
- Literal      : Orang yang menemani dan membantu para golfer (bisa laki-laki maupun perempuan).
“Pian dan temannya adalah kedi (caddy) yang tergabung dalam klub golf Parahyangan.”
- Peyorasi : Identik dengan perempuan yang menemani para golfer sampai ke tingkat tertentu, bahkan menjadi pacar simpanan.
                           “Dara adalah kedi (caddy) pak Bram.”

c). Obat       
- Literal      : Makanan atau suplemen khusus bagi orang yang sedang menderita sakit.
“Ina menyuruh adiknya minum obat karena ia sedang sakit demam.”
- Peyorasi : Obat terlarang seperti double L, pil inex, dan lain sebagainya.
“Akibat pergaulannya yang terlalu bebas, anak itu sudah mulai mengkomsumsi obat.”


2. AMELIORATION (AMELIORASI)

      Satu kata yang selain bermakna literal/denotasi, juga mengalami pemuliaan makna (maknanya membaik dari makna asalnya).

a). Pemberian
- Literal      : Hadiah, kado
“Sepatu ini adalah pemberian pamanku.”
- Ameliorasi : Anugrah, berkat dari Tuhan.
“Kelahiran anak ini adalah pemberian yang sangat berharga dalam hidup kami.”

b). Naungan
- Literal      : Tempat berlindung seperti rumah, halte, pohon rondang, payung.
“Halte ini adalah naungan yang cocok bagi anak sekolah yang sedang menunggu bis sekolah.”
- Ameliorasi : Perlindungan dari Tuhan.
“Hidup kita selalu dalam naungan Tuhan yang Maha Kuasa.”

c). Kacung
- Literal      : Penakut, tidak berani, orang suruhan
“kamu ini kacung sekali, ke WC saja minta diantar.”
- Ameliorasi : “Ah, saya ini kan Cuma kacung, jangan terlalu memuji-muji diriku.”
                     Bisa saja bermakna sebenarnya lebih berani, bisa diandalkan, pantas untuk dipuji



3. WIDENING (MELUAS/GENERALISASI)

      Makna kata sekarang lebih luas dari makna asalnya. Contoh :

a). Pahlawan
- Literal      : Orang yang berjuang demi kemerdekaan bangsa.
“Bung Tomo adalah salah satu pahlawan Bangsa Indonesia.”
- Meluas     : Orang yang telah berjasa dalam bidang-bidang tertentu.
                           “TKI adalah pahlawan devisa kita yang terbesar.”

b). Adu
- Literal      : Pertarungan antara dua binatang seperti ayam, kambing dan jangkrik.
“Jangkrik-jangkrik tersebut akan mereka adu di dalam toples kaca.”
- Meluas     : Perdebatan karena adanya beda pendapat atau argumen.
                           “Mereka sedang adu argument mengenai perpajakan di Negara kita.”

c). Nakhoda
- Literal      : Orang yang mengemudikan kapal
“Popeye adalah nakhoda ulung.”
- Meluas     : Pemimpin keluarga, pemimpin suatu organisasi, ketua.
                           “Ayahku adalah nakhoda keluarga yang bisa diandalkan.”


4. NARROWING (MENYEMPIT/SPESIALISASI)

      Makna kata sekarang lebih sempit dari makna asalnya. Contoh :

a). Murid
- Literal      : Semua siswa dulunya semuanya disebut murid.
“diana adalah murid SMP.”
- Menyempit  : sekarang hanya digunakan untuk menyebut siswa tingkat SD.
                           “Dikelas 5 ini, Anton adalah murid yang terpandai.”


5. SYNESTHESIA

      Perubahan makna dari literal, bergeser maknanya karena tanggapan dua indera yang berbeda (change of sense). Contoh :

a). Tutur katanya halus. (indera pendengaran dan peraba)
      - Literal         : Permukaannya rata
      - Sinestesia    : Sopan, intonasinya bagus

b). Suaranya sedap didengar. (indera pendengaran dan perasa)
      - Literal         : rasa makanan, rasanya enak
      - Sinestesia    : bagus, merdu

c). Penciumannya sangat tajam. (indera penciuman dan peraba)
      - Literal      : Pisau atau sejenisnya dengan permukaan tipis, Permukaannya dapat mengakibatkan luka iris
      - Sinestesia    : mudah menangkap bau, peka terhadap bau



6. DISPLACED

      Makna kata yang posisinya telah berubah total sehingga makna yang dihasilkan letaknya berlawanan dengan makna sebenarnya dari kata tersebut. Contoh :


a). Bukalah
      Saat ujian sedang berlangsung, seorang siswa ternyata membawa buku catatan kedalam ruang ujian dan guru/pengawas melihatnya. Guru/pengawas itu pun kemudian berkata “Bukalah kalau kamu memang mau dikeluarkan dari sekolah.” (yang bermakna bukan menyuruh untuk membuka buku tersebut, melainkan melarangnya).


b). Pakailah
      Seorang anak gadis ingin menghadiri pesta pernikahan bibinya. Ia kemudian memakai baju hitam-hitam. Saat ibunya melihatnya, ia berkata kepada anak gadisnya “Pakailah baju itu biar kamu tampak seperti orang gila” (yang bermakna bukan menyuruhnya untuk memakai baju itu, melainkan melarangnya).


c). Majulah
      “Majulah kalau kamu mau ditertawai semua orang yang ada dalam ruangan ini.” (bermakna bukan menyuruhnya untuk maju, melainkan melarangnya agar ia tidak ditertawai oleh semua orang).

0 comments:

Post a Comment